Minggu, 7 Juni 2026 – 09:17 WIB
Jakarta, VIVA – Video permintaan maaf yang diunggah Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Alih-alih mengakhiri polemik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, klarifikasi tersebut justru memunculkan berbagai spekulasi baru dari publik. Salah satu yang paling banyak disorot adalah soal ketulusan permintaan maaf yang disampaikan mantan istri Ruben Onsu tersebut.
Perdebatan ini bermula setelah sejumlah potongan siaran langsung Sarwendah viral di media sosial. Dalam tayangan yang beredar luas, ia terlihat mengucapkan kalimat bernada emosional yang oleh sebagian netizen diduga ditujukan kepada mantan suaminya, Ruben Onsu. Potongan video tersebut kemudian memicu beragam reaksi dan komentar dari netizen.
Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, Sarwendah akhirnya mengunggah video klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya.
Namun, video itu belum sepenuhnya diterima publik. Banyak netizen menilai ada bagian yang terasa kurang jelas, terutama karena tidak disebutkannya secara spesifik pihak yang diduga menjadi sasaran pernyataannya.
Sorotan serupa juga datang dari pakar ekspresi dan komunikasi nonverbal, Kirdi Putra. Dalam sebuah tayangan di kanal YouTube, ia mengulas berbagai aspek yang dapat digunakan untuk menilai tingkat ketulusan sebuah permintaan maaf.
“Kalau kita bicara masalah Sarwendah, kita bicara sesuatu yang cukup kompleks nih. Ada penanda-penanda verbal maupun nonverbal yang kelihatan cukup jelas di dalam klarifikasi atau permohonan maaf dari Sarwendah. Jadi gini, kalau kita mau lihat penanda verbal dan nonverbal, verbal itu apa yang keluar dari mulut, nonverbal apa yang terlihat atau pola,” ujar Kirdi, dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment, dikutip Minggu 7 Juni 2026.
Menurut Kirdi, permintaan maaf yang benar-benar tulus setidaknya harus memuat tiga unsur utama. Berdasarkan pengamatannya, ia menilai video yang dibuat Sarwendah belum memenuhi seluruh unsur tersebut.
“Kalau Sarwendah itu jelas, kalau ditanya apakah yang disampaikan adalah tulus sebagai permintaan maaf, jawabannya tidak,” katanya.
“Kenapa? Permintaan maaf yang tulus itu perlu terkandung tiga hal,” ungkapnya.
Kirdi menjelaskan bahwa unsur pertama sebenarnya sudah dipenuhi. Sarwendah secara langsung menyatakan dirinya sebagai pihak yang meminta maaf kepada publik.
Halaman Selanjutnya
“Satu, yaitu bahwa dia menyebutkan siapa yang minta maaf. Jelas. Nah, Sarwendah menyebutkan. Betul. Satu dari tiga ya. Jadi dia bilang bahwa, ‘Saya meminta maaf.’ Nah, itu kan dia sebutin.” pungkasnya.






