Sabtu, 13 Juni 2026 – 21:00 WIB
VIVA –Jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran yang memerintah negara itu selama hampir 37 tahun, Ali Khamenei, akan dimakamkan pada 9 Juli, demikian dilaporkan televisi pemerintah pada hari Sabtu.
Pemakamannya akan dilangsungkan di kota kelahirannya, Mashhad, kota suci di timur laut Iran. Menurut laporan itu, pemakaman akan didahului oleh tiga hari prosesi penghormatan terakhir di ibu kota Teheran mulai 4 Juli, serta satu upacara lagi di kota suci Qom pada 7 Juli.
Upacara tersebut semula dijadwalkan pada bulan Maret, tetapi ditunda akibat perang. Rangkaian upacara selama tiga hari Ali Khameni juga sempat direncanakan digelar pada awal Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam, yang jatuh pada awal Juni. Namun, upacara tersebut ditunda hingga setelah 10 hari pertama bulan Muharram.
Penundaan ini dilakukan agar umat Muslim dapat terlebih dahulu menyelesaikan tradisi tahunan mereka dalam mengenang Imam Hussein, tokoh penting dalam Islam Syiah yang gugur dalam Pertempuran Karbala pada tahun 680 Masehi.
Sebagai informasi, Ali Khamenei yang memimpin Republik Islam Iran selama hampir 37 tahun tewas di kediamannya di pusat kota Tehran pada 28 Februari lalu. Pemakaman kenegaraan yang semula dijadwalkan pada 4 Maret lalu terpaksa ditunda akibat perang yang sedang berlansung.
UEA Tegaskan Tidak Transfer Aset Iran hingga 53,3 Triliun
UEA menegaskan bahwa laporan yang menyebutkan bahwa negara mereka telah mentransfer sebagian aset Iran senilai US$3 miliar (sekitar Rp53,3 triliun), tidaklah benar.
VIVA.co.id
13 Juni 2026






