Minggu, 14 Juni 2026 – 03:02 WIB
VIVA – Timnas Swiss memulai perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Qatar pada laga perdana Grup B. Namun ada satu pemandangan yang terasa berbeda bagi para pendukung La Nati. Nama Xherdan Shaqiri tak lagi menghiasi skuad Swiss di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Selama lebih dari satu dekade, Shaqiri menjadi salah satu ikon Timnas Swiss. Gelandang bertubuh mungil itu kerap menjadi pembeda lewat kreativitas, kemampuan dribel, dan tendangan jarak jauhnya yang mematikan.
Namun era tersebut kini telah berakhir.
Shaqiri memutuskan pensiun dari sepak bola internasional pada 2024 setelah mengabdikan diri selama bertahun-tahun untuk Timnas Swiss. Keputusan itu membuat Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama Swiss tanpa kehadiran sang maestro sejak edisi 2006.
Meski tak lagi membela negaranya, pemain berusia 34 tahun tersebut masih aktif bermain di level klub. Saat ini ia memperkuat FC Basel di Liga Swiss, klub yang juga menjadi tempat lahirnya karier profesionalnya.
Sepanjang karier internasional, Shaqiri mencatatkan 125 penampilan bersama Swiss dengan koleksi 32 gol. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Swiss.
Menariknya, Shaqiri sebenarnya lahir di Kosovo. Namun keluarganya pindah ke Swiss saat ia masih berusia satu tahun. Sejak saat itu, ia tumbuh dan berkembang di negara tersebut hingga akhirnya memilih membela Swiss di level internasional.
Karier klub Shaqiri juga terbilang gemilang. Setelah mencuri perhatian bersama Basel, ia melanjutkan petualangannya ke sejumlah klub elite Eropa seperti Bayern Munich, Inter Milan, Liverpool, hingga Lyon. Ia juga sempat merasakan atmosfer sepak bola Inggris bersama Stoke City serta bermain di Major League Soccer (MLS) bersama Chicago Fire.
Di panggung Piala Dunia, Shaqiri merupakan sosok yang sangat identik dengan Swiss. Ia tampil dalam empat edisi berbeda, yakni Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, 2014 di Brasil, 2018 di Rusia, dan 2022 di Qatar.
Salah satu momen paling dikenang tentu saat ia mencetak hattrick ke gawang Honduras pada Piala Dunia 2014, yang membantu Swiss melaju ke babak 16 besar.
Halaman Selanjutnya
Kini, Swiss memasuki babak baru tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi motor serangan mereka.






