Senin, 15 Juni 2026 – 01:02 WIB
Jakarta, VIVA – Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik tampaknya mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Setelah saling melontarkan pernyataan terkait nafkah anak dan hak bertemu buah hati, kini muncul sinyal bahwa kedua belah pihak berpeluang menempuh jalan damai melalui jalur diskusi.
Ruben Onsu dan Sarwendah
Photo :
- Kolase VIVA/ Tangkapan Layar YouTube Trans TV Official/ Instagram @sarwendah29
Sebelumnya, konflik mantan pasangan selebritas tersebut mencuat setelah persoalan nafkah anak dan pengasuhan dibahas secara terbuka. Ruben mengaku menghentikan pembayaran nafkah selama beberapa waktu sebagai bentuk protes karena merasa kesulitan mendapatkan akses bertemu anak-anaknya.
Sementara itu, pihak Sarwendah menyoroti hak anak yang dinilai tetap harus dipenuhi terlepas dari peroalan lain yang sedang terjadi.
Di tengah memanasnya polemik, kubu Sarwendah disebut telah mengirimkan surat kepada pihak Ruben Onsu. Isi surat tersebut pada dasarnya mengajak kedua pihak duduk bersama untuk membahas berbagai persoalan yang selama ini menjadi sumber konflik, termasuk soal pengasuhan dan komunikasi terkait anak-anak mereka.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya mencari solusi yang lebih baik demi kepentingan anak-anak. Kehadiran surat itu juga menjadi sinyal bahwa kedua belah pihak mulai membuka ruang dialog setelah beberapa waktu saling menyampaikan pendapat melalui media.
Ruben Sambut Positif Ajakan Diskusi
Ruben Onsu mengaku menyambut baik adanya undangan diskusi dari pihak Sarwendah. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan tim hukumnya untuk mencari waktu yang tepat agar pertemuan tersebut dapat terlaksana. Menurut tim Ruben, yang paling penting baginya saat ini adalah menemukan jalan keluar terkait waktu bersama anak-anak.
“Minggu depan itu, dia (Ruben) umrah. Jadi, kalau memang misalnya kami menyampaikan surat respons, mungkin sekitar Juli (pertemuan),” kata Kuasa Hukum Ruben Onsu, Minola.
Presenter tersebut juga berharap diskusi yang akan dilakukan dapat menghasilkan titik terang. Ia menegaskan bahwa keinginannya bukan memperpanjang konflik, melainkan mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk menjalin kedekatan dengan buah hatinya.
Menariknya, dalam berbagai pernyataan yang muncul belakangan, fokus Ruben lebih banyak tertuju pada hak bertemu anak dibanding persoalan finansial. Ia berulang kali menyebut bahwa yang ia perjuangkan adalah kesempatan menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak tanpa berbagai kendala yang menurutnya selama ini terjadi.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, pihak Sarwendah disebut ingin menyelesaikan persoalan secara baik-baik melalui komunikasi yang lebih terbuka. Karena itu, diskusi yang direncanakan dianggap sebagai langkah penting untuk mengurangi ketegangan yang sempat berkembang di ruang publik.






