Nasional

Misteri Pembunuhan Dua Perempuan di Banyumas Terpecahkan, Motif Pelaku Bikin Geleng-geleng Kepala

×

Misteri Pembunuhan Dua Perempuan di Banyumas Terpecahkan, Motif Pelaku Bikin Geleng-geleng Kepala

Sebarkan artikel ini


Senin, 15 Juni 2026 – 21:33 WIB

Purwokerto, VIVA – Kasus penemuan dua mayat perempuan di Desa Patikraja ternyata merupakan korban pembunuhan berencana dengan motif ekonomi.


img_title


Ngeri! Pengendara Motor di Jaktim Terpental hingga Tewas usai Ditabrak Mobil Hilang Kendali

“Kami menyimpulkan bahwa perbuatan pembunuhan ini dilakukan secara terencana dan berlangsung dalam dua fase, yakni pada tanggal 11 dan 12 Juni 2026,” tutur Kepala Polresta Banyumas, Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi, Senin, 15 Juni 2026.

Dua korban dalam kasus ini adalah KA (80), warga Desa Patikraja yang merupakan nenek dari pihak ibu tersangka, serta AA (18), warga Purwokerto Selatan yang merupakan rekan kerja tersangka.


img_title


Tak Berhenti di 5 Tersangka, Kejagung Kini Sisir Seluruh Proyek Pengadaan BGN

Tersangka berinisial ANR alias D (23), warga Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, diduga merencanakan pembunuhan untuk menguasai harta benda korban karena alasan ekonomi.

Peristiwa bermula pada Kamis, 11 Juni 2026, sore saat tersangka mendatangi rumah korban KA untuk meminjam uang, namun ditolak karena korban menyinggung utang tersangka yang belum dilunasi.


img_title


Wanita Muda di Makassar Tewas Bersimbah Darah, Suaminya Ditangkap Polisi

“Tersangka kemudian menyampaikan keluh kesah terkait masalah ekonomi. Hal itu memicu emosi setelah korban membandingkan dengan cucu lainnya,” kata Petrus.

Setelah korban KA menunaikan salat Isya, tersangka mengambil palu di rumah korban dan memukul korban hingga meninggal dunia. Tersangka kemudian mengambil telepon genggam dan uang tunai Rp220 ribu.

Usai kejadian itu, tersangka menemui korban AA yang telah dikenalnya sejak Mei 2026. Keduanya kemudian pergi ke kawasan Baturraden sebelum kembali ke rumah korban KA.

Kepada korban AA, tersangka mengaku rumah tersebut milik orang tuanya, padahal korban pertama masih berada di dalam rumah.

Pada Jumat, 12 Juni 2026 dini hari, korban AA mulai curiga setelah melihat seseorang tergeletak di ruang salat. Tersangka kemudian membunuh korban kedua menggunakan palu yang sama.

“Tersangka kembali melakukan pembunuhan dan mengambil barang milik korban, termasuk telepon genggam dan perhiasan,” katanya.

Setelah kedua korban meninggal, tersangka berupaya menghilangkan jejak dengan membersihkan bercak darah, memindahkan jenazah, serta mengirim pesan melalui WhatsApp dari ponsel korban kedua untuk mengelabui keluarga korban.

Saat warga mencari korban KA pada Jumat, 12 Juni 2026 pagi, tersangka memindahkan jenazah korban pertama ke dalam sumur di dapur dan menyembunyikan jenazah korban kedua di gudang rumah.

Halaman Selanjutnya

Namun, upaya tersebut gagal setelah warga menemukan salah satu korban di rumah tersebut. Tersangka kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor milik korban kedua.

Halaman Selanjutnya





Source link