Rabu, 17 Juni 2026 – 00:02 WIB
VIVA – Selama bertahun-tahun, kemampuan mencetak gol Kylian Mbappe nyaris tak pernah dipertanyakan. Namun di balik ketajamannya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia, ada satu aspek yang terus menjadi sorotan, yaitu kontribusinya saat bertahan.
Kini, menjelang Piala Dunia 2026, kapten Timnas Prancis itu mengirim sinyal perubahan besar. Mbappe mengaku siap mengubah gaya bermainnya dengan lebih aktif membantu pertahanan demi satu tujuan utama untuk membawa Prancis kembali menjadi juara dunia.
Komitmen tersebut disampaikan sang bintang menjelang laga perdana Grup I Piala Dunia 2026 menghadapi Senegal. Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang selama ini mengiringi kariernya, terutama terkait minimnya keterlibatan saat tim kehilangan bola.
Tak sedikit pengamat sepak bola menilai Mbappe terlalu fokus pada serangan dan kurang memberikan kontribusi dalam fase bertahan. Kritik itu semakin menguat karena statistik defensifnya memang tergolong rendah dibanding pemain elite lainnya di Eropa.
Menariknya, refleksi taktis Mbappe justru muncul dalam suasana yang cukup personal. Dalam sesi wawancara bersama media Prancis Le Parisien, sang adik, Ethan Mbappe, turut hadir dan melontarkan pertanyaan langsung soal tanggung jawab bertahan di lapangan.
Pertanyaan itu tampaknya membuat penyerang berusia 27 tahun tersebut berpikir ulang mengenai perannya di dalam tim.
Mbappe pun menegaskan dirinya siap menyingkirkan ego pribadi demi kepentingan kolektif Les Bleus.
“Saya harus mengambil langkah ekstra (dalam hal bertahan) sebab itu penting buat tim dan saya harus melakukannya,” jawab Mbappe.
Pemain yang pernah memperkuat Paris Saint-Germain tersebut memastikan perubahan itu bukan sekadar janji. Ia bahkan menyebut Piala Dunia 2026 akan menjadi awal dari transformasi permainannya.
“Akan dimulai kali ini karena kami ingin juara, dan untuk juara, saya siap melakukan apapun karena saya ingin juara bagaimanapun caranya,” ujarnya.
Keinginan Mbappe untuk lebih aktif bertahan bukan tanpa alasan. Berdasarkan data statistik Opta, catatan defensifnya dalam melakukan tekel, memblok tembakan, maupun memotong aliran bola lawan berada di level yang mengkhawatirkan.
Bahkan, ia tercatat berada di peringkat 1.350 dari total 1.490 pemain yang bermain di lima liga top Eropa dalam kategori kontribusi defensif.
Halaman Selanjutnya
Angka tersebut kerap menjadi bahan kritik dan membuat Mbappe dicap egois karena dinilai hanya berorientasi menyerang. Namun pengakuan terbuka dari sang kapten kini memberi harapan baru bagi keseimbangan permainan Timnas Prancis.






