Rabu, 5 Agustus 2026 – 16:10 WIB
VIVA – Di balik kunjungannya ke rumah-rumah warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau akrab disebut KDM, menemukan sebuah kisah yang menyentuh hati. Bukan tentang kemewahan atau keberhasilan ekonomi, melainkan tentang bakti seorang anak dan menantu kepada orang tua yang tengah sakit.
Kisah itu membuatnya tak segan memberikan apresiasi secara langsung berupa bantuan renovasi rumah senilai Rp50 juta.
Momen tersebut bermula ketika KDM berkunjung ke rumah sebuah keluarga sederhana. Dalam perbincangan santai, ia mencoba mengetahui bagaimana kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-hari keluarga tersebut.
Dari situlah terungkap bahwa ada pasangan suami istri yang tetap berjuang menghidupi keluarga sekaligus merawat kedua orang tua yang sedang sakit, meski penghasilan mereka tergolong pas-pasan.
Saat berbincang dengan keluarga itu, KDM mengetahui bahwa kebutuhan orang tua dipenuhi oleh sang anak yang bekerja sebagai buruh tani atau kuli macul.
“Kerja apa anaknya?” tanya KDM, sebagaimana dikutip dari YouTube, Rabu, 5 Agustus 2026.
“Buruh tani, kuli macul,” kata warga tersebut.
KDM kemudian kembali bertanya mengenai besaran penghasilan yang diterima. “Berapa upahnya?”
“Sekitar Rp120 ribu sehari,” jawabnya.
Jawaban itu membuat KDM kagum. Menurutnya, pekerjaan sederhana bukan penghalang untuk tetap berbakti kepada orang tua. “Saya kagum sama anaknya. Walaupun hanya kuli macul, tetap membiayai orang tuanya. Anak seperti ini patut dicontoh,” ujarnya.
Percakapan kemudian berlanjut ke kondisi kesehatan anggota keluarga. Diketahui, ayah dari keluarga tersebut menderita gagal ginjal dan harus rutin menjalani cuci darah. Sementara sang ibu mengalami sakit lambung yang membuatnya juga harus menjalani pengobatan.
Di tengah kondisi kedua orang tua yang sakit, perhatian KDM justru tertuju kepada sang menantu. Perempuan itu ternyata ikut mendampingi kedua mertuanya menjalani pengobatan. Ironisnya, ia sendiri juga sedang berjuang melawan penyakit jantung dan masih menjalani kontrol rutin menggunakan BPJS.
KDM lalu bertanya apakah dirinya merasa keberatan ketika sang suami lebih banyak mengurus kedua orang tuanya. “Kan kewajiban anak, nggak boleh ngomel-ngomel,” jawab sang menantu.
Halaman Selanjutnya
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya lebih sering mendampingi proses pengobatan karena suaminya harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Kan suami sibuk kerja,” sambungnya.






