Kamis, 6 Agustus 2026 – 13:04 WIB
Tangerang Selatan, VIVA – Mobil hybrid semakin diminati karena menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dibanding kendaraan bermesin konvensional. Namun, tidak semua sistem hybrid bekerja dengan cara yang sama, termasuk teknologi yang digunakan pada BYD M6 DM.
Dalam sesi Media Tech Auto Talk di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, PT BYD Motor Indonesia menjelaskan bahwa kunci efisiensi M6 DM berasal dari teknologi Dual Mode (DM) yang mengusung filosofi electric-first. Artinya, motor listrik menjadi sumber tenaga utama saat mobil digunakan dalam berbagai kondisi berkendara.
Berbeda dengan sistem hybrid pada umumnya yang lebih sering mengandalkan mesin bensin, teknologi Dual Mode memprioritaskan motor listrik untuk menggerakkan roda. Mesin pembakaran baru akan bekerja ketika baterai membutuhkan pengisian atau saat diperlukan tambahan tenaga, sehingga penggunaan bahan bakar dapat ditekan.
Menurut BYD, perpindahan kerja antara motor listrik dan mesin berlangsung secara otomatis melalui sistem manajemen energi. Pengemudi tidak perlu memilih mode berkendara karena seluruh proses diatur sesuai kondisi jalan, kecepatan, dan kebutuhan tenaga.
Teknologi tersebut menjadi dasar pengembangan platform DM-i (Dual Mode Intelligent) yang digunakan BYD M6 DM. Platform ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang halus dan senyap seperti mobil listrik, tetapi tetap memiliki fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh tanpa kekhawatiran kehabisan daya baterai.
Salah satu pendukung efisiensi sistem ini adalah mesin hybrid 1.500 cc naturally aspirated yang memiliki efisiensi termal hingga 46,06 persen. Angka tersebut dicapai melalui berbagai teknologi, mulai dari rasio kompresi tinggi 16:1, Exhaust Gas Recirculation (EGR), Intelligent Split Cooling Technology, hingga sistem pengendalian pembakaran yang diklaim mampu menjaga efisiensi mesin.
Mesin itu dipadukan dengan Electric Hybrid System (EHS) yang mengintegrasikan motor listrik, kontrol elektronik, transmisi satu percepatan, serta sistem pendingin dalam satu unit. Desain tersebut membuat penyaluran tenaga menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi bobot sistem penggerak.
Berdasarkan simulasi internal perusahaan, kombinasi baterai penuh dan tangki bahan bakar terisi penuh membuat BYD M6 DM berpotensi mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter dalam simulasi perjalanan sekitar 150 kilometer. Angka tersebut menjadi salah satu klaim efisiensi tertinggi yang pernah disampaikan BYD untuk model yang dipasarkan di Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan pengembangan teknologi Dual Mode merupakan hasil riset lebih dari dua dekade yang kini telah memasuki generasi kelima. Menurutnya, tujuan utama teknologi tersebut bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.






