Nasional

Denny JA Terpilih Kembali Secara Aklamasi Jadi Ketum SATUPENA 2026–2031

×

Denny JA Terpilih Kembali Secara Aklamasi Jadi Ketum SATUPENA 2026–2031

Sebarkan artikel ini


Kamis, 13 Agustus 2026 – 22:39 WIB

Jakarta, VIVA – Kongres SATUPENA yang berlangsung secara daring pada Kamis, 13 Agustus 2026, memilih kembali Denny JA sebagai Ketua Umum periode 2026–2031 secara aklamasi melalui Dewan Formatur. 


img_title


Buku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan 35 Bahasa

Dalam pidato penerimaan, Denny mengumumkan bahwa salah satu agenda utama periode berikutnya adalah mengupayakan dana abadi SATUPENA untuk menopang riset, penciptaan karya, penerbitan, dan penghargaan penulis. 

Kongres dihadiri sekitar 251 penulis dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sebagian secara daring dan sebagian melalui surat kuasa.


img_title


Denny JA Jelaskan Teori Baru di Balik Peristiwa Kerusuhan Asgustus 2025

“Indonesia harus memiliki komunitas penulis yang mampu bertahan lebih dari seratus tahun,” kata Denny JA dalam kongres tersebut.

Menurut Denny, organisasi berumur panjang bukan sekadar kebanggaan sejarah. Ia menciptakan memori kelembagaan, jaringan antargenerasi, tradisi intelektual, dan kemampuan membantu penulis secara berkelanjutan.


img_title


Denny JA Ungkap Lahir Kelas Sosial Baru Bernama Pekerja Digital yang Rentan, Apa Itu?

Karena itu, salah satu impian besarnya untuk periode berikutnya adalah mengupayakan dana abadi SATUPENA sebagai penopang riset, penciptaan karya, penerbitan, dan penghargaan penulis.

“Dana abadi akan memudahkan penulis melakukan riset dan berkarya. Jangan sampai karya penting gagal lahir hanya karena penulisnya tidak mempunyai biaya yang cukup,” katanya.

Denny mengatakan, inspirasi mengenai usia organisasi datang dari perkumpulan penulis dunia. The Society of Authors di Inggris, misalnya, telah berdiri sejak tahun 1884.

Authors Guild di Amerika Serikat berdiri sejak 1912. PEN International, yang kemudian berkembang menjadi jaringan penulis lintas negara, lahir di London pada 1921.

“Mereka menunjukkan bahwa organisasi penulis dapat melampaui satu abad ketika manfaat bagi anggota, regenerasi, pendanaan, identitas, dan tata kelolanya berhasil dibangun menjadi tradisi,” ucapnya.

Menurut Denny, tantangan organisasi yang telah melewati fase awal adalah mengubah kekuatan kepemimpinan personal menjadi sistem kelembagaan yang dapat diwariskan.

Karena itu, visi seratus tahun SATUPENA bukan sekadar ambisi mengenai umur. Ia merupakan transformasi dari organisasi yang bergantung figur menuju organisasi yang bertumpu institusi.

Satrio Arismunandar, Sekretaris Jenderal SATUPENA 2021–2026, menyatakan dukungan kepada Denny muncul karena rekam jejaknya membangun sesuatu yang baru dalam berbagai bidang.

Menurut Satrio, Denny dikenal memiliki “Midas touch”, kemampuan mengubah bidang yang dimasukinya melalui inovasi, keberanian mengambil risiko, jaringan luas, dan orientasi kepada hasil.

Halaman Selanjutnya

Dalam konsultasi politik, Denny ikut membawa tradisi survei dan konsultan politik modern. Ia tercatat memenangkan lima pemilihan presiden berturut-turut sebagai konsultan.

Halaman Selanjutnya





Source link