Nasional

Koma 221 Hari hingga Tak Bisa Berjalan Usai Duel Maut, Petinju Puerto Rico Meninggal Dunia

×

Koma 221 Hari hingga Tak Bisa Berjalan Usai Duel Maut, Petinju Puerto Rico Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini


Jumat, 14 Agustus 2026 – 18:00 WIB

VIVA – Petinju asal Puerto Rico, Prichard Colon, meninggal dunia pada usia 33 tahun. Colon mengembuskan napas terakhir setelah bertahun-tahun mengalami kondisi serius akibat cedera otak yang dideritanya dalam pertarungan pada 2015.


img_title


Duel Anthony Joshua Vs Tyson Fury Terancam Batal, Ini Penyebabnya

Colon mengalami pendarahan otak parah ketika menghadapi Terrell Williams pada Oktober 2015. Pertarungan tersebut kemudian menjadi laga terakhir dalam kariernya sekaligus mengubah hidupnya secara tragis.

Dalam duel kelas super welterweight itu, Colon beberapa kali mengeluhkan pukulan Williams yang mendarat di bagian belakang kepalanya. Williams bahkan sempat mendapat pengurangan satu poin karena melakukan pukulan ilegal atau rabbit punches.


img_title


Anthony Joshua Naik Pitam! Duel Impian Lawan Tyson Fury Terancam Gagal Digelar

Pertandingan tetap dilanjutkan. Situasi semakin buruk ketika Colon dua kali terjatuh pada ronde kesembilan.

Tim Colon kemudian melepas sarung tinjunya sebagai tanda bahwa mereka ingin menghentikan pertandingan. Namun, Colon justru dinyatakan didiskualifikasi karena melepas sarung tangan.


img_title


Pengacara Cak Sholeh No Viral No Justice Meninggal Dunia, Jenazah Dimakamkan di Pasuruan

Tidak lama berselang, kondisi Colon memburuk. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di ruang ganti dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat akibat pendarahan otak.

Colon kemudian mengalami koma selama 221 hari sebelum akhirnya sadar. Namun, cedera yang dialaminya membuat kondisi fisiknya mengalami kerusakan parah.

Ia tidak lagi mampu berjalan maupun berbicara dan membutuhkan perawatan selama 24 jam. Kabar meninggalnya Colon disampaikan sang ayah melalui media sosial pada Rabu.

“Selamat pagi, semuanya. Dengan berat hati saya menyampaikan kepergian putra saya, Prichard, dari dunia ini,” tulis ayah Colon.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah berusaha memenuhi keinginan sang putra untuk membawanya berlibur ke Puerto Rico.

“Terima kasih atas cinta dan doa yang telah diberikan selama bertahun-tahun. Sebisa mungkin, teruslah mendoakan kami,” lanjutnya.

Kepergian Colon turut mendapat perhatian dari komunitas tinju dunia. Presiden WBO Gustavo Olivieri memberikan penghormatan kepada mendiang petinju tersebut.

Menurut Olivieri, kehidupan Colon menunjukkan keberanian, ketekunan, dan semangat juang luar biasa.

Kisah Colon memang tidak hanya dikenang karena kariernya di atas ring. Perjuangannya bertahan hidup setelah mengalami cedera otak juga menyentuh banyak orang di dunia tinju.

Pada Mei 2017, keluarga Colon bahkan mengajukan gugatan senilai 50 juta dolar AS terhadap dokter yang bertugas di sisi ring serta promotor pertarungan melawan Williams. Kasus tersebut hingga kini masih belum terselesaikan.

Islam Makhachev (kiri) dan Conor McGregor (kanan).

Gila! Islam Tantang Conor McGregor Duel Tinju

Bintang UFC, Islam Makhachev, membuka peluang untuk menghadapi Conor McGregor. Namun, duel tersebut bukan pertarungan MMA di dalam octagon, melainkan adu tinju di atas ri

img_title

VIVA.co.id

14 Agustus 2026





Source link