Sabtu, 15 Agustus 2026 – 13:12 WIB
Jakarta, VIVA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena mengatakan wilayah utara Pulau Flores paling banyak terdampak oleh gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Hal itu disampaikan Melki dalam konferensi pers terkait gemba bumi M 7,7 bersama intansi terkait dan sejumlah Forkompimda mulai dari TNI dan Polri di Markas Polda NTT.
“Gempa di Mbay dampak terbesarnya ada di wilayah utara Flores mulai dari Maumere, Ngada, Manggarai serta pusatnya di Nagekeo,” ucap Melki.
Saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) di Pulau Flores tengah melakukan pendataan terhadap korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa.
Melki mengatakan sejak pagi tadi dirinya sudah menghubungi sejumlah kepala daerah di Flores untuk mendata kerusakan yang terjadi di daerah masing-masing.
“Saya sudah kontak para bupati se-daratan Flores dengan kondisi yang ada saat ini, segera mengecek kondisi di masing-masing daerah untuk memberikan data kerusakan ke pemerintah provinsi,” tambah dia.
Bencana di Flores, ujar Mekli, sudah menjadi perhatian dari Presiden Prabowo, dan sejumlah menteri sudah diperintahkan untuk meninjau langsung lokasi bencana.
Pemprov NTT juga sudah diminta segera mengecek data agar distribusi bantuan bisa segera di distribusikan ke lokasi bencana.
Saat ini tambah dia, fokus pemerintah provinsi adalah mengevakuasi para korban bencana gempa ke tempat yang aman.
“Saya minta agar toko-toko supermarket di lokasi bencana bisa membagikan makanan ke para korban, dan pemerintah akan mengganti rugi, sambil menunggu distribusi bantuan,” tambah dia.
Lebih lanjut kata dia siang ini menggunakan pesawat Polri, akan meninjau langsung lokasi bencana baik di Maumere serta di beberapa lokasi di Flores. (Ant)
Wapres Gibran Pastikan Penanganan Gempa M 7,7 di NTT Maksimal
Wapres Gibran Rakabuming Raka menyampaikan keprihatinan atas gempa bumi M 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia memastikan penanganan maksimal.
VIVA.co.id
15 Agustus 2026





