Jumat, 28 Agustus 2026 – 00:10 WIB
VIVA –Usia 40-an bisa menjadi masa ketika kondisi keuangan seseorang mulai terasa lebih baik dan stabil dibandingkan saat usia 20-an dan 30-an. Banyak orang sudah lebih mapan dalam karier sehingga berpeluang mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.
Bagi mereka yang mulai berkeluarga di awal usia 30-an, beban biaya pengasuhan anak yang biasanya cukup besar pada tahun-tahun awal juga mulai berkurang. Sebagian lainnya bahkan mungkin sudah bisa kembali bekerja dengan jam kerja yang lebih teratur.
Namun, bukan berarti kondisi keuangan pada usia 40-an selalu berjalan mulus. Keluarga yang semakin besar dan cicilan rumah yang lebih tinggi dapat membebani anggaran sebagian besar orang, terutama di tengah suku bunga yang masih tinggi.
Ada pula yang sedang menghadapi perubahan karier, perceraian, atau baru mulai menata kehidupan. Pada dekade ini, banyak orang mulai memikirkan masa depan dengan lebih serius, termasuk apa yang ingin dilakukan di sisa hidup dan bagaimana membiayainya.
Oleh karena itu, kemampuan mengatur kebutuhan keuangan jangka pendek sekaligus mempersiapkan kebutuhan jangka panjang menjadi kunci untuk mengelola keuangan pada fase penting ini.
Berikut lima kesalahan finansial yang mudah dialami, dengan beberapa cara untuk menghindarinya seperti dikutip dari laman fidelity.co.uk, Jumat 28 Agustus 2026.
1. Tidak meningkatkan kontribusi dana pensiun seiring kenaikan gaji
Banyak orang berusia 40-an memiliki penghasilan yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat berada di usia 20-an dan 30-an. Namun, jangan hanya menggunakan kenaikan gaji dan promosi untuk meningkatkan gaya hidup. Manfaatkan juga momentum tersebut untuk menambah tabungan atau kontribusi dana pensiun.
Sebagian besar program pensiun dari perusahaan menetapkan kontribusi berdasarkan persentase tertentu dari gaji. Artinya, ketika gaji naik, jumlah uang yang masuk ke tabungan pensiun juga otomatis bertambah. Namun, tidak ada salahnya meningkatkan persentase kontribusi tersebut.
Sebagai contoh, jika Anda mendapat kenaikan gaji sebesar 3 persen, pertimbangkan untuk menambah kontribusi dana pensiun sebesar 1 persen dari gaji. Penghasilan yang Anda terima tetap akan meningkat, yakni sekitar 2 persen, tetapi tabungan pensiun akan mendapatkan tambahan yang lebih besar. Apalagi, tambahan kontribusi tersebut dihitung berdasarkan gaji pokok yang sudah lebih tinggi. Strategi ini akan semakin efektif jika perusahaan juga memberikan kontribusi yang sama besar dengan jumlah yang Anda setorkan.
Halaman Selanjutnya
Bagi pekerja mandiri yang menabung melalui program pensiun pribadi atau instrumen investasi pensiun lainnya, kontribusi juga sebaiknya ditingkatkan ketika penghasilan bertambah. Banyak orang menetapkan setoran otomatis, misalnya Rp500 ribu atau Rp 1 juta per bulan, lalu tetap membayar jumlah yang sama bertahun-tahun kemudian meski penghasilannya sudah meningkat secara signifikan.






