Minggu, 6 September 2026 – 02:20 WIB
VIVA – Istri Ustaz Riza Muhammad, Indri Giana, ternyata punya pandangan tersendiri soal kebiasaan sang suami membagikan aktivitas olahraga di media sosial. Ia bahkan mengaku kurang menyukai ketika Riza berolahraga dengan mengenakan pakaian yang terlalu terbuka.
Hal itu disampaikan Indri saat mendampingi Ustaz Riza Muhammad tampil di program Pagi-Pagi Ambyar. Pengakuannya muncul setelah penampilan sang pendakwah ketika berolahraga angkat beban di gym ramai mendapat perhatian netizen.
Dalam sejumlah konten, Riza terlihat menggunakan pakaian olahraga tanpa lengan. Busana tersebut membuat bagian ketiaknya terlihat dan kemudian memunculkan beragam komentar dari pengguna media sosial.
Indri mengaku sebenarnya tidak terlalu nyaman melihat suaminya mengenakan pakaian seperti itu. Ia mengatakan lebih menyukai jika Riza menggunakan pakaian olahraga yang lebih tertutup.
“Kalau aku sebenarnya jujur saja kurang suka kalau pakai baju yang terlalu terbuka yang kelihatan bagian ketiaknya begitu. Cuma suami itu mungkin maksudnya mau melihat progres latihan, kan kalau ngegym memang seharusnya kelihatan,” ungkap Indri, dikutip Minggu 6 September 2026.
Meski tidak menyukai gaya berpakaian tersebut, Indri memahami alasan Riza memilih pakaian tanpa lengan ketika menjalani latihan.
Menurutnya, Riza memang ingin melihat perkembangan massa ototnya. Dalam aktivitas angkat beban, pakaian yang lebih terbuka dapat membuat perubahan bentuk otot lebih mudah terlihat.
Riza Punya Alasan Soal Pakaian Saat Ngegym
Sorotan terhadap pakaian Riza tidak hanya datang dari sang istri. Sejumlah netizen juga mempertanyakan pilihan busana pendakwah tersebut ketika berolahraga.
Menanggapi hal itu, Riza kemudian menjelaskan pandangannya mengenai batasan aurat laki-laki. Ia menilai persoalan tersebut perlu dilihat dari perspektif fikih, bukan semata-mata berdasarkan penilaian publik.
Riza bahkan mengaitkan pembahasan tersebut dengan konsep i’tiba dalam ibadah umrah. Menurutnya, terdapat praktik dalam ibadah yang memperlihatkan bagian tubuh laki-laki dengan tujuan tertentu.
“Ada satu hal yang mungkin belum dipahami luas. Kenapa ketika umrah ada konsep i’tiba, separuh bahumu harus ditunjukkan? I’tiba itu dilakukan sebagai bentuk menunjukkan kekuatan umat Islam pada masa itu. Laki-laki auratnya adalah pusar hingga lutut, dan ini pun ada perbedaan pendapat (khilafiah),” bebernya.
Halaman Selanjutnya
Berdasarkan pemahaman fikih yang ia gunakan, Riza berpendapat bahwa bagian tubuh laki-laki di luar batas aurat tidak harus selalu ditutupi. Karena itu, ia tidak menganggap penggunaan pakaian tanpa lengan ketika berolahraga sebagai persoalan yang melanggar ketentuan syariat.






