Jumat, 11 September 2026 – 14:20 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah bakal tetap menjaga harga BBM subsidi supaya tidak naik, meskipun harga minyak dunia sudah melampaui US$100 per barel.
Hal itu diakui Bahlil akan selalu dikoordinasikannya dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sambil terus memantau perkembangan harga minyak dunia terkini di pasar global.
“Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Photo :
- Biro Pers Sekretariat Presiden
“Saya selalu berkoordinasi terus dengan Menteri Keuangan (Purbaya) atas arahan Bapak Presiden Prabowo, juga selalu mengikuti secara saksama berbagai dinamika perkembangan global khususnya menyangkut dengan harga minyak dunia yang tidak menentu,” ujarnya.
Menurutnya, upaya menjaga harga BBM subsidi agar tidak naik memang cukup berat di tengah kondisi tersebut. Meskipun beban subsidi terus meningkat, namun pemerintah juga bertekad menjaga daya beli masyarakat dengan berupaya tidak menaikkan harga BBM subsidi.
Hal itu diakui Bahlil merupaka arahan dari Presiden Prabowo, karena pemerintah menilai daya beli masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah sangat penting untuk tetap dijaga.
“Ini adalah sesuatu yang berat. Karena pasti subsidinya nambah. Tapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah itu jauh lebih penting, sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang sudah kita lakukan,” kata Bahlil.
Terlebih, lanjut Bahlil, pemerintah menilai bahwa sebenarnya rata-rata harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sejak Januari hingga September 2026 ini, masih berada pada level yang relatif aman.
“Jadi sekalipun sekarang (harga minyak dunia) sudah menjadi US$106 sampai US$ 108 per barel, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai September itu angkanya kurang lebih di sekitar US$85 sampai US$90 (per barel). Jadi overall masih oke lah ya,” ujarnya.
ESDM: Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi US$89,43 Per Barel di Agustus 2026
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) naik ke level US$89,43 per barel.
VIVA.co.id
11 September 2026






