Nasional

Bendera Partai Turun Setengah Tiang

×

Bendera Partai Turun Setengah Tiang

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 26 September 2026 – 15:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kepergian Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan.


img_title


Belum Sempat Terwujud, Ini Karya Baru yang Disiapkan Guruh Soekarnoputra Sebelum Wafat

Sebagai bentuk penghormatan, seluruh jajaran partai akan mengibarkan bendera PDIP setengah tiang selama tujuh hari.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan, Rano Karno mengatakan keputusan tersebut berlaku mulai dari jajaran DPP hingga anak ranting partai.


img_title


Sebelum Wafat, Guruh Soekarnoputra Sudah Menyiapkan Kain Kafan Sendiri

Hal itu disampaikan Rano saat membacakan pidato pelepasan sekaligus mewakili keluarga besar Proklamator RI Soekarno di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu, 26 September 2026.

“Maka hari ini penghormatan kepada Mas Guruh diberikan melalui protokol partai. Seluruh jajaran PDI Perjuangan dari DPP hingga anak ranting juga diminta mengibarkan bendera partai setengah tiang selama 7 hari sebagai bentuk penghormatan dan duka,” ujar Rano Karno.


img_title


SBY Kenang Guruh Soekarnoputra: Berikan Sumbangsih untuk Negara di Bidang Seni

Menurut Rano, masa berkabung tidak hanya menjadi tanda kehilangan, tetapi juga momentum untuk meneruskan semangat Guruh dalam berkesenian dan kepeduliannya terhadap masyarakat.

“Biarlah bendera itu turun setengah tiang sebagai tanda duka, namun cita-citanya, tekadnya, kecintaannya kepada rakyat harus tetap hidup dan kecintaan kepada Indonesia harus terus menyala,” tuturnya.

Prosesi pemakaman Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak dimulai sekitar pukul 13.35 WIB. Semasa hidupnya, Guruh dikenal aktif di dunia seni dan budaya Indonesia.

Berdasarkan biodata yang dibacakan politikus PDI Perjuangan Yuke Yurike di hadapan keluarga, kerabat, dan sejumlah tokoh nasional, Guruh pernah menorehkan prestasi dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional.

Pada 1975, Guruh meraih hadiah utama festival tersebut melalui komposisi lagu berjudul “Renjana”. Dua tahun kemudian, ia mendirikan Swara Maharddhika yang berfokus pada seni pertunjukan kolosal.

Kiprahnya berlanjut dengan meraih penghargaan ilustrasi musik film terbaik pada Festival Film Indonesia 1978 di Ujung Pandang.

Memasuki dekade 1980-an, Guruh semakin aktif sebagai koreografer, komposer, pengarah seni, hingga sutradara film. Sejumlah pementasan kolosal Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra menjadi bagian dari perjalanan seninya.

Guruh juga pernah tampil sebagai Sunan Muria dalam film kolosal “Wali Songo”. Atas dedikasinya, ia kemudian terpilih sebagai salah satu pemuda berkarya dunia melalui penghargaan The Outstanding Young Person of the World yang diberikan Indonesia Jaycees.

Halaman Selanjutnya

Guruh tidak hanya berkarya di dalam negeri. Melalui pementasan “Gilang Indonesia Gemilang” pada 1986, ia aktif membawa seni dan kebudayaan Indonesia ke berbagai negara.

Halaman Selanjutnya





Source link