Nasional

Satgas Rajawali V Baku Tembak di Hutan Maybrat, 3 OPM Dilaporkan Tewas

×

Satgas Rajawali V Baku Tembak di Hutan Maybrat, 3 OPM Dilaporkan Tewas

Sebarkan artikel ini


Jumat, 9 Oktober 2026 – 12:44 WIB

Papua Barat Daya, VIVA – Tim Patroli Gabungan Denkul 4/Satgas Rajawali V bersama Satgas Yonif 9 Marinir terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Jumat (9/10/2026).


img_title


Tragis! Gara-gara Bikin Konten Tugas Kuliah, Pria 23 Tahun Malah Tewas Tertabrak KRL

Kontak tembak terjadi saat personel gabungan melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dari kelompok bersenjata OPM dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya sebelumnya dilaporkan terlibat dalam sejumlah peristiwa gangguan keamanan di wilayah Papua Barat Daya dan sekitarnya, termasuk aksi bersenjata yang berdampak terhadap masyarakat maupun aparat keamanan. 


img_title


Misteri Wanita Tewas di Kamar Mandi Kos Pinang Ranti, Tangan Kaki Terikat

Sejumlah kejadian tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, serta turut memengaruhi rasa aman masyarakat, pelayanan publik, dan aktivitas pembangunan di beberapa wilayah.

Ilustrasi Amunisi OPM atau KKB


img_title


Kawal Tata Kelola Dana Otsus Papua, Wamendagri Ribka Pastikan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Masyarakat

Salah satu peristiwa yang dilaporkan terjadi di Kampung Sorry, Kabupaten Maybrat, yang mengakibatkan dua personel Marinir meninggal dunia dan dua pucuk senjata api milik TNI dibawa oleh kelompok tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, satu orang dari tiga korban telah teridentifikasi sebagai Manfret Fatem yang menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya. Dua orang lainnya masih dalam proses identifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat. 

Berdasarkan informasi awal, kedua korban tersebut diduga terkait dengan struktur kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya, yaitu Yesias Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Soraya dan Antonius Assem alias Anton Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya. 

Proses verifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan identitas dan keterkaitan masing-masing individu.

Setelah kejadian, personel gabungan melakukan pengamanan lokasi dan pemantauan situasi guna memastikan kondisi tetap aman serta mencegah terjadinya gangguan lanjutan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban dari pihak personel TNI dalam kontak tembak tersebut.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut, aparat gabungan juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, antara lain satu pucuk senjata api jenis AK 101, munisi kaliber 5,56 mm sebanyak 30 butir, munisi kaliber 9 mm, dua unit telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, satu dokumen OPM, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Halaman Selanjutnya

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan bahwa seluruh pelaksanaan tugas pengamanan dilakukan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

Halaman Selanjutnya





Source link