Selasa, 13 Oktober 2026 – 07:10 WIB
Jakarta. VIVA – Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terbaru pada Minggu (11/10) di Bandara King Khalid, Riyadh. Serangan terbaru itu menyebabkan seorang tewas dan melukai hampir selusin orang di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Serangan itu terjadi sehari setelah serangan lain menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Serangkaian serangan tersebut menjadi salah satu gangguan terbesar terhadap penerbangan sipil Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Serangan itu juga menjadi yang paling mematikan di wilayah Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Pada saat yang sama, pasukan pemerintah Yaman turut menyerang sejumlah lapangan udara di wilayah yang dikuasai Houthi.
Eskalasi tajam di medan perang baru ini terjadi di tengah pertempuran antara kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Situasi tersebut memburuk setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) runtuh. Gencatan senjata itu sebagian besar telah berlaku sejak 2022.
Bandara mana saja di Arab Saudi yang diserang Houthi?
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang terletak di ibu kota Arab Saudi ini telah diserang empat kali dalam lima hari terakhir. Otoritas Arab Saudi melaporkan satu orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangan pada 7 Oktober. Sehari kemudian, serangan menewaskan seorang pilot maskapai penerbangan dan dua warga Arab Saudi lainnya, sementara sejumlah orang lainnya terluka.
Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Houthi mengklaim telah menyerang bandara yang terletak di Dammam, kota pelabuhan industri di pesisir Teluk, pada Minggu.
Bandara Internasional Abha menyebut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas bandara ini pada 7 Oktober menewaskan dua orang dan melukai 28 lainnya.
Bandara Najran menyebuy pada hari yang sama, otoritas Arab Saudi menyatakan Bandara Najran juga menjadi sasaran serangan. Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka ringan..
Mengapa Houthi menyerang bandara-bandara Arab Saudi?
Serangkaian serangan tersebut membuat wilayah udara di atas Riyadh, ibu kota Arab Saudi, sepi dari penerbangan. Otoritas setempat memperpanjang penghentian operasional bandara internasional di kota itu, yang merupakan bandara tersibuk kedua di Arab Saudi setelah Jeddah.
Halaman Selanjutnya
Lufthansa membatalkan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober. Sementara itu, Air France-KLM memperpanjang penangguhan layanan penerbangan dari dan menuju ibu kota Arab Saudi hingga akhir bulan. Inggris, Prancis, dan Jerman juga telah memperingatkan warga negaranya agar menghindari Riyadh.






