Nasional

Dunia Kerja Makin Menantang, Kesehatan Mental Karyawan Jadi Isu Penting

×

Dunia Kerja Makin Menantang, Kesehatan Mental Karyawan Jadi Isu Penting

Sebarkan artikel ini


Rabu, 14 Oktober 2026 – 22:35 WIB

Jakarta, VIVA – Tuntutan pekerjaan, perubahan pola kerja, dan tekanan untuk memenuhi target membuat kesehatan mental menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam dunia kerja. Persoalan kesehatan jiwa juga berkaitan dengan kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk ketika menghadapi tekanan di lingkungan profesional.


img_title


Industri Musik Tak Sekadar Hiburan, Lagu dan Konser Jadi Ruang Ekspresi Emosi

Upaya menjaga kesehatan mental tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan dan sistem layanan yang memadai. 

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam isu kesehatan jiwa adalah pencegahan bunuh diri, yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan hingga komunitas. Hal tersebut dipaparkan Brian Ahmedani selaku Executive Director Zero Suicide International. 


img_title


Momen Seskab Teddy Hampir Ketinggalan Rombongan Presiden karena Layani Permintaan Foto Karyawan

Ia mengatakan, pencegahan bunuh diri membutuhkan lebih dari sekadar intervensi pada tingkat individu. “Kita membutuhkan sistem yang mampu bekerja secara terintegrasi, memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan komunitas, serta memastikan praktik berbasis bukti dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya, dikutip dari keterangannya, Rabu (14/10/2026). 

Pembahasan mengenai pencegahan bunuh diri menjadi salah satu agenda dalam 6th International Zero Suicide Summit 2026 yang berlangsung di Bali pada 13 hingga 14 Oktober 2026. Forum tersebut mempertemukan komunitas pencegahan bunuh diri, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi kesehatan jiwa dari lebih dari 30 negara.


img_title


Catat! Perusahaan Tak Bisa PHK Karyawan dengan Alasan Efisiensi

“Melalui Summit ini, kami ingin mempertemukan pembelajaran dari berbagai negara dan memperkuat komitmen bersama untuk membangun sistem yang semakin mampu mencegah kehilangan nyawa akibat bunuh diri,” paparnya. 

Lebih lanjut, Sandersan Onie, PhD, Founder & Chairman Wellspring Center Indonesia, peneliti Harvard Medical School sekaligus anggota Steering Committee Summit, mengatakan pendekatan kesehatan jiwa perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Indonesia memiliki keragaman sosial dan budaya yang perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan bunuh diri. Karena itu, kita tidak dapat hanya mengadopsi pendekatan dari negara lain tanpa memahami konteks lokal,” jelasnya. 

Konferensi yang diselenggarakan oleh Zero Suicide International bekerja sama dengan Henry Ford Health dan bermitra dengan Wellspring Center Indonesia tersebut membahas sejumlah pendekatan pencegahan, mulai dari penguatan sistem kesehatan, pemanfaatan teknologi digital dan rekam medis elektronik, hingga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta komunitas.

Halaman Selanjutnya

Berbagai pembahasan tersebut menekankan keterlibatan lintas sektor dalam membangun upaya pencegahan bunuh diri yang berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya





Source link