Sabtu, 17 Oktober 2026 – 02:04 WIB
Jakarta, VIVA – Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan salat Jumat bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, hari ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta meningkatkan amal kebaikan.
Keistimewaan Jumat dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
“Sebaik-baik hari manakala matahari terbit adalah hari jum’at, pada hari itu Nabi Adam as. diciptakan, hari itu pula dimasukan kedalam surga dan kemudian dikeluarkan daripadanya, dan kiamatpun tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at.” (HR. Muslim).
Salah satu ibadah utama pada hari Jumat adalah salat Jumat. Kewajiban ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud.
“Salat Jumat secara berjemaah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, kecuali empat golongan: hamba sahaya, perempuan, anak kecil, dan orang sakit.” (HR. Abu Dawud).
Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar tidak meremehkan kewajiban tersebut.
“Barang siapa meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, Allah akan menutup hatinya.” (HR Abu Dawud no. 1052; juga diriwayatkan An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Di luar salat Jumat, terdapat sejumlah amalan sunah yang dapat dikerjakan untuk mengisi hari penuh keutamaan ini. Mulai dari membaca Alquran, memperbanyak salawat, hingga memanjatkan doa pada waktu yang diharapkan mustajab.
Dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai setelah matahari terbenam atau masuk waktu Magrib. Karena itu, Kamis malam sudah termasuk bagian dari malam Jumat.
Mengutip buku Doa-doa Khusus Wanita Agar Sukses, Sehat, Kaya, dan Bahagia Dunia Akhirat karya Amirulloh Syarbini, berikut bacaan doa untuk Kamis malam dan hari Jumat, beserta amalan sunah yang dapat dikerjakan.
Doa Kamis Malam untuk Menyambut Hari Jumat
Malam Jumat dapat dimanfaatkan untuk beribadah dan memanjatkan permohonan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang dicantumkan dalam buku tersebut berisi permohonan petunjuk, ketakwaan, kecukupan, kekuatan, serta kemampuan untuk bersyukur dan beribadah.
Bacaan Arab:
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ هُدًى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى وَالْعَمَلَ بِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ قُوَّتِكَ لِضَعْفِنَا، وَمِنْ غِنَاكَ لِفَقْرِنَا وَفَاقَتِنَا، وَمِنْ حِلْمِكَ وَعِلْمِكَ لِجَهْلِنَا
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَأَعِنَّا عَلَى شُكْرِكَ وَذِكْرِكَ، وَطَاعَتِكَ وَعِبَادَتِكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Latin:
Allahumma innii as’aluka hudaa wattuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa wal ‘amala bimaa tuhibbu watardhaa, allahumma innii as’aluka wamin quwwatika lidha’finaa, wa min ghinaaka lifaqrinaa wa faaqatinaa, wa min hilmika wa ilmika li jahlina, allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa aali Muhammad-in, wa a’innaa ‘alaa syukrika wa dzikrika, wa thaa’atika wa’ibaadatika, birahmatika yaa arhamar raahimiin-a.
Halaman Selanjutnya
Artinya:






