Sabtu, 17 Oktober 2026 – 04:02 WIB
Jakarta, VIVA – Kisah Nabi Luth alaihissalam (AS) dan kaum Sodom menjadi salah satu peristiwa yang diabadikan dalam Alquran. Di balik kisah penolakan terhadap dakwah sang nabi, terdapat doa yang dipanjatkan Nabi Luth AS agar dirinya dan keluarga diselamatkan dari akibat perbuatan kaumnya.
Doa tersebut tercantum dalam Alquran Surat Asy-Syu’ara ayat 169. Isinya merupakan permohonan kepada Allah SWT agar Nabi Luth AS beserta keluarganya dijauhkan dari dampak kemungkaran yang dilakukan oleh masyarakat di sekitarnya.
Kisah ini juga mengingatkan umat Islam tentang pentingnya memohon perlindungan Allah SWT, terutama ketika menghadapi lingkungan yang menjauh dari tuntunan agama.
Bacaan Doa Nabi Luth AS dan Artinya
Berikut doa Nabi Luth AS yang diabadikan dalam Alquran:
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ
Rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya‘malūn.
Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari akibat perbuatan yang mereka kerjakan.” (QS. Asy-Syu’ara: 169)
Doa tersebut menunjukkan permohonan Nabi Luth AS kepada Allah SWT agar dirinya dan keluarganya diselamatkan dari akibat perbuatan kaumnya. Kisah doa ini disebut dalam buku Doa Para Nabi dan Rasul oleh Nurul Huda.
Dakwah Nabi Luth AS kepada Kaum Sodom
Nabi Luth AS diutus Allah SWT untuk membimbing penduduk Sodom, sebuah negeri yang dalam tradisi Islam dikenal melalui kisah pembangkangan kaumnya terhadap ajaran Allah.
Dalam menjalankan dakwah, Nabi Luth AS menghadapi penolakan dari masyarakat yang mempertahankan perbuatan mereka. Alquran mengabadikan teguran sang nabi terhadap perilaku yang dinilai melampaui batas.
“(Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya: Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 80–81)
Teguran serupa juga termuat dalam Surat Asy-Syu’ara. Ayat tersebut menggambarkan penolakan terhadap perilaku yang dilakukan kaum Nabi Luth AS.
Allah berfirman: “Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)? Sementara itu, kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Kamu (memang) kaum yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara: 165–166)
Halaman Selanjutnya
Meski menghadapi tantangan, Nabi Luth AS tetap menyeru kaumnya agar meninggalkan kemungkaran dan kembali mengikuti petunjuk Allah SWT. Namun, sebagian dari mereka justru menolak peringatan tersebut, bahkan mengancam akan mengusir sang nabi.






