Rabu, 21 Oktober 2026 – 00:30 WIB
Jakarta, VIVA – Dewan Ekonomi Nasional (DEN), memberikan laporan terkait dengan persolan fenomena El Nino dan La Nina yang memengaruhi persediaan pangan. Hal ini disampaikan Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Selasa (20/10/2026).
“Memang berbagai masalah timbul dan mungkin timbul, misalnya menyangkut El Nino, La Nina ke depan ini. Namun, semua itu kami juga berikan solusi dan menurut kami manageable juga. Panjang tadi kita bersama-sama mengatasinya,” kata dia kepada awak media usai rapat tersebut.
Luhut menjelaskan, fenomena El Niño dan La Niña yang diperkirakan terjadi dalam beberapa waktu ke depan dapat memengaruhi ketersediaan pangan dan meningkatkan risiko banjir. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mengatur waktu tanam untuk menjaga pasokan pangan.
“El Nino La Nina yang akan mungkin nanti datang beberapa waktu lagi ke depan sehingga itu kan berpengaruh kepada pangan, ketersediaan pangan maupun tadi kemungkinan banjir sehingga dengan demikian ada kontinjensi untuk menghadapi hal-hal yang memang di luar kemampuan kita karena itu masalah alam tapi bisa diprediksi bakal terjadi terus apa langkah-langkah kita? Misalnya, nanti tadi untuk penyiapan pangan, kapan mungkin menanam mulai dan seterusnya,”kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menjelaskan bahwa pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi menghadapi fenomena El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga kuartal I 2027, serta La Niña yang diprediksi terjadi pada pertengahan 2027.
Ia mengatakan, pemerintah perlu memanfaatkan data secara optimal untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Dengan begitu, langkah antisipasi dapat disiapkan, mulai dari penggunaan pompa air hingga penyesuaian jadwal tanam.
“Kita menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena keringan,” kata dia.
Mari Elka mengatakan pemerintah juga perlu mengantisipasi risiko banjir dan dampak bencana lainnya dengan mengacu pada data dan prakiraan yang tersedia. Langkah ini penting, terutama untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan stok cadangan pangan, khususnya beras, tetap terjaga. Selain itu, distribusi pangan harus dilakukan secara tepat dan operasi pasar dapat digelar jika diperlukan.






