Nasional

El Nino Diprediksi Picu 451.000 Kematian, Indonesia Jadi Salah Satu Negara Terdampak

×

El Nino Diprediksi Picu 451.000 Kematian, Indonesia Jadi Salah Satu Negara Terdampak

Sebarkan artikel ini


Rabu, 21 Oktober 2026 – 04:10 WIB

Jakarta, VIVA – Fenomena El Nino yang sedang berkembang diperkirakan membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat dunia. Sebuah laporan terbaru memperkirakan, tambahan panas akibat El Nino kali ini dapat menyebabkan sekitar 451.000 kematian hingga Februari 2027.


img_title


DEN Wanti-Wanti Prabowo soal El Nino dan La Nina, Ini Dampaknya bagi Pangan Indonesia

Indonesia, termasuk dalam daftar negara yang paling terdampak. Dikutip dari The Guardian, Rabu (21/10/2026), perkiraan tersebut mencakup kematian akibat panas selama periode Juni 2026 hingga Februari 2027.

Negara yang diprediksi paling terdampak dalam enam bulan mendatang meliputi Nigeria, Indonesia, Sudan, India, dan Brasil. Sementara itu, Amerika Serikat diperkirakan mengalami tambahan 3.500 kematian akibat panas.


img_title


El Nino Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027, Panas Ekstrem hingga Kekeringan Mengintai

Michael Greenstone, profesor di University of Chicago sekaligus salah satu pendiri Climate Impact Lab yang turut menyusun laporan tersebut, mengingatkan bahwa angka kematian itu mewakili dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

“Perkiraan 451.000 orang adalah angka yang sangat besar sehingga bisa membuat kita mati rasa, tetapi angka itu terdiri dari orang tua dan anak-anak, kakek-nenek dan tetangga, orang-orang yang pergi bekerja, merawat keluarga, dan menjalani kehidupan mereka,” kata Greenstone.


img_title


El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Ungkap Kapan Hujan Meluas di Indonesia

El Nino Perburuk Dampak Pemanasan Global

El Nino merupakan fenomena iklim alami yang memengaruhi pola suhu dan cuaca global. Namun, pemanasan global akibat aktivitas manusia dapat memperburuk dampaknya.

Fenomena yang sedang berlangsung ini bahkan dilaporkan melampaui tingkat tertinggi yang pernah tercatat. 

Peneliti memperkirakan dampaknya tidak hanya berupa suhu ekstrem, tetapi juga kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, ketersediaan air, dan ketahanan pangan.

Friederike Otto, profesor di Imperial College London, menilai El Nino saat ini terjadi di tengah kondisi iklim yang sudah semakin panas akibat aktivitas manusia. “Jadi, di banyak tempat di seluruh dunia, kita akan melihat kondisi panas ekstrem yang belum pernah dialami sebelumnya, beserta seluruh konsekuensinya terhadap kesehatan, ketahanan pangan, dan tekanan terhadap ketersediaan air,” kata Otto.

Laporan tersebut menggunakan metode yang telah melalui penelaahan sejawat untuk menghitung hubungan suhu dan kematian akibat panas di 24.378 wilayah di seluruh dunia. Hasilnya kemudian dipadukan dengan prakiraan kenaikan suhu akibat El Nino.

Halaman Selanjutnya

Peneliti menyebut pemerintah dapat menekan risiko melalui peringatan tentang suhu panas yang lebih akurat, penyediaan pusat pendinginan, penambahan tenaga medis saat suhu ekstrem, serta perlindungan bagi pekerja di luar ruangan.

Halaman Selanjutnya





Source link