Nasional

Modifikasi Cuaca untuk Urai Kepekatan Asap Karhutla, Ini Prakiraan Musim Hujan 2026

×

Modifikasi Cuaca untuk Urai Kepekatan Asap Karhutla, Ini Prakiraan Musim Hujan 2026

Sebarkan artikel ini


Kamis, 22 Oktober 2026 – 08:20 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menjelaskan, operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan untuk mengurangi kepekatan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini juga bertujuan mencegah musim hujan datang lebih lambat di wilayah terdampak.


img_title


Muhammadiyah: Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi Sebagai Bencana Tahunan

Adapun untuk prakiraan cuaca, Faisal menyebut musim hujan diperkirakan mulai memasuki wilayah Indonesia pada November 2026 dan mencapai puncaknya pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

“Kalau kepekatan asap tidak bisa kita kurangi, kita khawatir musim hujan masuknya bisa lebih mundur lagi sehingga kepekatan itu dibongkar dengan melakukan OMC, operasi modifikasi cuaca,” ujar Faisal saat ditemui awak media di Kompleks Istana Negara Rabu, (21/10/2026).


img_title


Menyejukkan Suhu Udara Ibu Kota, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Faisal menjelaskan, OMC telah diterapkan di sejumlah provinsi prioritas. Selain menggunakan natrium klorida (NaCl) untuk menyemai awan, pemerintah juga memanfaatkan dry ice atau es kering untuk menembus lapisan atmosfer yang menahan asap karhutla.

Dalam pelaksanaannya, BMKG bekerja sama dengan Thailand untuk memanfaatkan dry ice dalam upaya penanganan karhutla. BMKG juga melakukan uji radiosonde guna mengetahui titik yang tepat untuk penyemaian awan.


img_title


Kapolri Hubungi Iptu Agus yang Padamkan Karhutla Meski ISPA: Kalau Sudah Agak Berat, Berobat

Terkait musim hujan, BMKG memprediksi Indonesia akan mengalami curah hujan normal, meskipun dengan periode lebih pendek.

“Sehingga nanti terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan, sehingga bencana meteorologi basah yaitu banjir, longsor itu juga perlu kita antisipasi dari mulai sekarang,” ujar Teuku Faisal Fathani.

BMKG sebelumnya menyatakan kondisi El Nino intensitas moderat hingga kuat akan bertahan di Indonesia hingga awal 2027. Dampak El Nino di Indonesia akan meningkatkan potensi kekeringan, krisis air serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG memprakirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Desember 2026 sampai Februari 2027. (ANT)

Pemandangan kabut asap di area Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur

Syed Saddiq Ungkap Malaysia Pernah Tawarkan Bantuan Pesawat dan Helikopter untuk Tangani Karhutla

Anggota parlemen Malaysia, Syed Saddiq buka suara terkait dengan pernyataan mantan Menteri Perdagangan RI, M. Lutfi. Sempat singgung tawaran bantuan atasi karhutla

img_title

VIVA.co.id

22 Oktober 2026





Source link