Jumat, 6 November 2026 – 09:30 WIB
Jakarta, VIVA – Kontak tembak antara prajurit TNI dan kelompok bersenjata terjadi di Kali Braza, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (3/11/26).
Dalam insiden tersebut, TNI menyita satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm beserta amunisi dan sejumlah perlengkapan lainnya. Kontak tembak itu terjadi saat patroli Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir/HP Koops TNI Habema di kawasan tersebut.
Patroli dilakukan setelah prajurit menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Elkius Kobak.
Saat memeriksa sebuah bangunan kayu yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok tersebut, prajurit mendapati dua orang yang kemudian menjauh dari lokasi.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menjelaskan, situasi kemudian berkembang menjadi kontak tembak singkat setelah prajurit memberikan peringatan.
“Setelah diberikan peringatan, situasi berkembang menjadi kontak tembak singkat akibat adanya tembakan dari arah kelompok bersenjata,” kata Riyanto dalam keterangannya, Jumat (6/11/26).
Setelah situasi terkendali, prajurit mengamankan lokasi dan menemukan sejumlah barang yang ditinggalkan.
Selain senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, barang bukti yang disita antara lain pistol airsoft gun, alat bidik teleskop, amunisi, senjata tajam, busur dan anak panah, perangkat komunikasi, serta dokumen.
“Seluruh temuan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Riyanto mengapresiasi tindakan prajurit yang dinilai mampu mengamankan persenjataan tanpa menimbulkan korban jiwa. Dia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan tindakan terukur dalam setiap operasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Saya mengapresiasi profesionalisme prajurit yang mampu melaksanakan tugas dan mengamankan persenjataan tanpa menimbulkan korban jiwa. Kita harus tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, tetapi keberhasilan operasi tidak selalu harus diukur dari jatuhnya korban. Yang lebih penting adalah berkurangnya ancaman dan semakin terjaganya keselamatan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, dia mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di kawasan hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan serta kembali menjalani kehidupan damai.
“Jalan damai selalu terbuka. Mari kembali membangun kampung, menjaga kehidupan keluarga, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua. Keamanan harus membuka ruang bagi kehidupan masyarakat yang semakin normal dan damai,” tuturnya.
Halaman Selanjutnya
Koops TNI Habema menyatakan akan terus menjaga keamanan wilayah Yahukimo melalui langkah pengamanan profesional, disertai pendekatan teritorial dan kemanusiaan untuk mendukung kehidupan masyarakat yang aman, sejahtera, dan damai berkelanjutan.






