Berita Daerah

BMKG Pastikan Gempa Sukabumi-Bogor Dipicu Sesar Aktif Dangkal, Bukan Aktivitas Gunung Api

×

BMKG Pastikan Gempa Sukabumi-Bogor Dipicu Sesar Aktif Dangkal, Bukan Aktivitas Gunung Api

Sebarkan artikel ini

Sorotbogor.com

Sukabumi – Jawa Barat

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan rangkaian gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi–Bogor akhir pekan lalu disebabkan oleh aktivitas sesar aktif dangkal, bukan akibat aktivitas vulkanik maupun geothermal.

Gempa utama dengan kekuatan magnitudo 4,0 terjadi pada Sabtu (20/9) pukul 23.47 WIB dengan kedalaman hiposenter sekitar 7 kilometer. Episentrum gempa berada di darat, tepatnya di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan mendatar atau strike-slip fault di sekitar Pegunungan Halimun–Salak.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Sukabumi, Agung Saptaji, menjelaskan pihaknya masih melakukan kajian lanjutan untuk mengidentifikasi jenis sesar secara lebih spesifik. “Untuk sementara penyebab gempa masih karena sesar aktif.

Belum bisa dipastikan sesar mana, karena kami masih mempelajari sebaran gempa tersebut,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menambahkan catatan sensor seismik menunjukkan karakteristik gelombang S yang tajam dan berfrekuensi tinggi. Fakta ini memastikan bahwa gempa bukan disebabkan oleh aktivitas gunung api.

“Jenis gempa yang terjadi adalah gempa tektonik kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” tegasnya.
BMKG juga membantah dugaan gempa terkait dengan Sesar Citarik maupun aktivitas pengeboran geothermal di kawasan Gunung Salak. Menurut hasil analisis, pusat gempa utama dan susulannya tersebar di barat jalur Sesar Citarik serta tidak ada data yang mendukung keterkaitan dengan kegiatan geothermal.

Meski gempa menyebabkan kerusakan ringan di beberapa titik, BMKG memastikan tidak ada laporan korban jiwa. Pemantauan intensif akan terus dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan dan memperkuat kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan seismik Jawa Barat. (TIM)