Kamis, 2 April 2026 – 08:20 WIB
Jakarta, VIVA – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak menguat pada perdagangan Kamis, 2 April 2026. Kini, pelaku pasar menanti pidato Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang ingin mengakhiri perang dengan Iran.
Pada Rabu pagi waktu AS, Trump mengklaim bahwa Presiden Rezim Baru Iran telah meminta AS untuk melakukan gencatan senjata. Namun, pernyataan ini dibantah oleh Iran.
Trump mengatakan, AS sedang mempertimbangkan damai dengan Iran jika membuka kembali Selat Hormuz. Hal ini berbeda dari laporan Wall Street Journal di mana Trump bersedia mengakhiri serangan militer terhadap Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup. Terbaru,
“Terbuka, bebas, dan tidak ada hambatan,” tulis Trump di Truth Social dikutip dari CNBC Internasional, Kamis, 2 April 2026.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat meluncurkan operasi Epic Fury
Optimisme pasar soal berakhirnya perang AS-Iran mendorong penguatan sejumlah indeks utama kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,78 persen, sementara Topix menguat lebih tinggi sebesar 1,01 persen.
Di Korea Selatan, Kospi melonjak 1,33 persen. Indeks saham lapis kecil Kosdaq ikut naik 1,14 persen.
Sentimen positif juga menjalar ke Australia. Indeks S&P/ASX 200 dibuka naik 0,45 persen, memperpanjang reli menjadi tiga hari berturut-turut. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di posisi 25.301, sedikit di atas penutupan sebelumnya di level 25.294,03.
Penguatan bursa Asia sejalan dengan kinerja pasar saham AS, Wall Steeet, semalam. Indeks S&P 500 naik 0,72 persen, Nasdaq Composite menguat 1,16 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,48 persen.
Kontra dengan AS, Iran Justru Siap Bertempur 6 Bulan
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi enegaskan bahwa Iran memiliki persediaan yang cukup dan siap membela diri selama diperlukan bahkan hingga enam bulan ke depan
VIVA.co.id
2 April 2026






