Nasional

Ujian SIM A Bikin Deg-degan, Ini 9 Materi yang Harus Dilatih Sampai Lancar

×

Ujian SIM A Bikin Deg-degan, Ini 9 Materi yang Harus Dilatih Sampai Lancar

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 4 April 2026 – 12:03 WIB

Jakarta, VIVA – Ujian praktik menjadi momok bagi banyak calon pengemudi yang ingin memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM A. Tidak sedikit peserta yang harus mengulang karena gagal di tahap ini, meski sudah memahami teori berkendara dengan baik.


img_title


Ganti Oli Pakai Engine Flush, Bikin Bersih atau Justru Masalah?

Kondisi tersebut membuat banyak orang memilih mengikuti kursus mengemudi sebelum mendaftar ujian. Pasalnya, kemampuan teknis di balik kemudi menjadi faktor utama yang menentukan lulus atau tidaknya dalam ujian praktik SIM A.

Secara umum, ujian praktik SIM A dirancang untuk menguji keterampilan dasar hingga lanjutan dalam mengendalikan mobil. Mulai dari kemampuan menjaga keseimbangan kendaraan, membaca situasi, hingga melakukan manuver dalam ruang terbatas.


img_title


Masih Dilakuin Sampai Sekarang! Kebiasaan di SPBU Ini Ternyata Salah Besar

Untuk SIM A perseorangan, peserta biasanya menggunakan mobil manual dengan tantangan tambahan menjaga mesin agar tidak mati lebih dari batas yang ditentukan. Hal ini membuat koordinasi antara kopling, gas, dan rem menjadi kunci utama selama ujian berlangsung.

Dikutip VIVA Otomotif dari laman Daihatsu, Sabtu 4 April 2026, materi pertama yang diujikan adalah menyetir lurus, baik maju maupun mundur. Meski terlihat sederhana, banyak peserta justru gagal karena kurang mampu menjaga arah kendaraan tetap stabil.


img_title


Waspada Jebakan Bengkel AC Mobil Nakal

Selanjutnya ada ujian zig-zag yang menguji kemampuan manuver. Pada tahap ini, pengemudi dituntut mengendalikan setir dengan presisi tanpa menyentuh pembatas yang telah ditentukan.

Ujian berikutnya adalah parkir seri, termasuk dalam posisi mundur. Tantangan ini mengharuskan pengemudi memahami dimensi kendaraan sekaligus menjaga kontrol agar mobil tetap berada dalam jalur yang benar.

Tidak kalah menantang adalah parkir paralel yang kerap menjadi momok. Penggunaan spion dan feeling jarak sangat diperlukan agar mobil tidak menyentuh garis batas saat diparkir.

Tahap selanjutnya adalah berhenti dan berjalan di tanjakan tanpa mundur. Di sinilah kemampuan memainkan kopling dan rem benar-benar diuji agar mobil tetap stabil dan tidak mati mesin.

Selain ujian di lapangan, terdapat juga simulasi khusus untuk SIM A umum. Pada tahap ini, peserta diuji melalui sistem simulator dengan berbagai kondisi lalu lintas yang menyerupai situasi nyata di jalan.

Halaman Selanjutnya

Materi yang diuji meliputi reaksi terhadap lampu lalu lintas, kemampuan membaca rambu, hingga menjaga konsentrasi dalam mengendalikan setir. Semua aspek ini dirancang untuk memastikan pengemudi siap menghadapi kondisi jalan yang dinamis.

Halaman Selanjutnya





Source link