Rabu, 17 Juni 2026 – 14:03 WIB
VIVA – Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, mengatakan kesalahan dari timnya telah mempermudah Lionel Messi untuk mencetak hat-trick yang membuatnya menyamai rekor pencetak gol Piala Dunia dalam kemenangan Argentina 3-0 di Kansas City pada hari Rabu (17/6/2026).
Messi membongkar pertahanan tim Afrika Utara dalam kemenangan pertama Argentina dalam upaya mempertahankan gelar, dan sementara Petkovic memuji penampilan pemain berusia 38 tahun itu, ia mengatakan para pemainnya telah memberinya terlalu banyak ruang untuk bermanuver.
“Kelas itu abadi, karena kita tidak sedang membicarakan pemain biasa di sini, kita sedang membicarakan seorang pesepakbola yang telah memenangkan Ballon d’Or tujuh atau delapan kali dalam kariernya,” kata Petkovic dikutip dari Reuters.
Pelatih Timnas Aljazair, Vladimir Petkovic
Ia menambahkan bahwa dua gol awal Messi terjadi akibat kesalahan yang seharusnya bisa dihindari oleh timnya. Menurutnya, momen tersebut menjadi titik balik yang membuat pertandingan semakin sulit dikendalikan.
“Sayangnya, kami juga memberinya kesempatan pada gol pertama dan kedua, dan kami mempermudahnya untuk mencetak gol,” katanya.
Meski kecewa, Petkovic tetap memberikan apresiasi terhadap kecerdasan bermain Messi yang dinilai selalu tepat dalam mengambil keputusan di situasi penting. Ia menyebut Argentina memiliki sistem yang sangat mendukung pergerakan sang kapten.
“Namun Messi, dengan pemikirannya yang jernih pada tahap-tahap penting pertandingan, dapat melakukan hal-hal tersebut dengan jauh lebih mudah,” ucapnya.
Lionel Messi di Timnas Argentina
Petkovic juga menyoroti bagaimana Messi menjadi pusat permainan Argentina, dengan sebagian besar serangan berawal dari kakinya. Hal itu membuat Aljazair kesulitan mengembangkan permainan mereka sendiri.
“Dia memiliki keistimewaan bahwa seluruh tim Argentina bekerja untuknya dan mendukungnya, dan selama beberapa tahun, bahkan beberapa dekade, dia telah melakukan hal-hal luar biasa. Argentina melepaskan 10 tembakan hari ini, dan tujuh di antaranya berasal dari Messi,” ujarnya.
Dalam laga tersebut, kiper Aljazair Luca Zidane juga mendapat sorotan setelah dinilai kurang sigap dalam mengantisipasi dua gol awal Messi. Kesalahan posisi membuat Argentina semakin nyaman menguasai jalannya pertandingan.
Gol pertama terjadi akibat reaksi lambat, sementara gol kedua lahir dari tembakan jarak jauh yang kembali gagal dibendung. Situasi itu membuat Aljazair kehilangan momentum untuk bangkit.






