Senin, 3 Agustus 2026 – 19:10 WIB
VIVA –Pengguna media sosial dibuat geram dengan tindakan seorang konten kreator menyusul dengan merekam seorang usher atau SPG dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia. Permasalahan ini ramai setelah seorang SPG yang tengah bertugas di booth mobil mengaku dirinya menjadi objek untuk konten videonya dengan narasi ‘cara deketin cewek’.
Namun sayangnya, konten kreator tersebut tidak meminta izin terlebih dahulu kepadanya. Dalam unggahannya di akun Threads yang diunggah ulang di akun gossip @lambe_turah, insiden ini bermula saat konten kreator tersebut datang ke booth tempatnya bekerja. Saat itu konten kreator itu menanyakan tentnag mobil yang dipamerkan di booth tersebut.
“Tentu aku menejlaskan dan menjawab dengan sopan, setelah itu mereka bilang sebagai usher aku sangat bagus karena mengetahui product knowledge dari mobil yang aku jaga,” tulis akun @leonnyluhendo.
Setelah itu percakapan mengenai mobil yang ada di booth itu, kata pemilik akun itu sang konten kreator menanyakan beberapa hal mulai dari nama, umur dan sebagainya. Saat itu, dirinya mengaku masih menjawa dengan sangat sopan.
Namun belakangan ia baru menyadari bahwa selama percakapan berlangsung dirinya ternyata direkam. Bahkan, menurut pengakuannya, salah satu kamera yang digunakan diduga disembunyikan di kacamata sehingga ia tidak menyadari sedang menjadi fokus perekaman.
“Di akhir memang konten kreator ini menunjukkan kamera hp yang sedang merekam di belakang aku dan aku menoleh. Di situ aku kira dia hanya menvideo bagian belakang dan bagian mobil yang sedang aku jaga karena jika memang konten tersebut tentang mobil atau booth yang sedang aku jaga itu diperbolehkan untuk menvideo. Setelah dia menunjukkan orang yang merekam dari belakang itu, mereka ber-2 hanya bilang terima kasih dan peri begitu saja,” tulis dia.
Beberapa waktu kemudian, ia justru menerima kiriman video yang menampilkan dirinya sebagai objek utama dengan narasi “cara deketin cewe di pameran.” Merasa tidak nyaman, ia langsung menghubungi kreator tersebut melalui pesan pribadi dan meminta agar video tersebut dihapus.
Halaman Selanjutnya
“Di sini tidak ada persetujuan di awal kalua yang dibuat konten itu Adalah aku perorangan. Mereka juga tidak menunjukkan di awal konten apa yang mereka buat, mereka juga tidak memberitahukan bahwa mereka memakai KAMERA YANG ADA DI KACAMATANYA untuk merekam aku dari depan,” tulis dia.






