Nasional

Thailand Panik Toyota Dibajak Indonesia, BYD Atto 1 Rebut Takhta, hingga Perang Industri ASEAN

×

Thailand Panik Toyota Dibajak Indonesia, BYD Atto 1 Rebut Takhta, hingga Perang Industri ASEAN

Sebarkan artikel ini


Rabu, 19 Agustus 2026 – 08:15 WIB

Jakarta, VIVA – Persaingan industri otomotif Indonesia dan Thailand semakin menarik perhatian. Perubahan peta pasar mobil listrik hingga ambisi Thailand mempertahankan posisi sebagai pusat produksi kendaraan di ASEAN menjadi tiga artikel terpopuler.


img_title


Kenapa Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026 meski Ditekuk Singapura 1-2?

1. Toyota Mau Dibajak Indonesia, Thailand Panik Mau Ubah Pajak Mobil


img_title


Sedang Berlangsung, Ini Link Live Streaming Thailand Vs Singapura di Leg Kedua Semifinal Piala AFF 2026

Indonesia semakin diperhitungkan sebagai pesaing Thailand dalam industri otomotif kawasan Asia Tenggara. Pertumbuhan investasi, peningkatan produksi kendaraan, serta perkembangan ekosistem kendaraan listrik membuat posisi Indonesia semakin dekat dengan Thailand sebagai basis produksi otomotif regional.

Kondisi tersebut mendorong Thailand mempertimbangkan perubahan kebijakan perpajakan kendaraan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan daya saing industri otomotif dan mencegah produsen mengalihkan investasi ke negara lain, termasuk Indonesia. Baca selengkapnya.


img_title


BYD Atto 1 Rebut Takhta Jaecoo J5

2. BYD Atto 1 Rebut Takhta Jaecoo J5

Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin sengit setelah BYD Atto 1 berhasil merebut posisi teratas dari Jaecoo J5. Pencapaian tersebut menunjukkan perubahan cepat dalam persaingan pasar EV, terutama di segmen kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau.

BYD Atto 1 menjadi salah satu model yang menarik perhatian karena menawarkan kombinasi harga, ukuran kompak, dan teknologi elektrifikasi. Sementara itu, persaingan dengan Jaecoo J5 menunjukkan bahwa dominasi di pasar mobil listrik Indonesia dapat berubah dengan cepat seiring hadirnya model-model baru. Baca selengkapnya.

3. Thailand Kejar Status Raja Mobil ASEAN, Modalnya Rp739 Triliun

Ilustrasi. Pabrik Mitsubishi di Thailand.

Thailand terus berupaya mempertahankan statusnya sebagai salah satu pusat industri otomotif terbesar di ASEAN. Pemerintah negara tersebut menyiapkan investasi dalam jumlah besar untuk memperkuat industri kendaraan, termasuk menghadapi perubahan menuju kendaraan listrik.

Nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp739 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem otomotif, menarik investasi baru, serta menjaga posisi Thailand di tengah persaingan dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. Baca selengkapnya.

Timnas Thailand

Thailand Nyaris Disingkirkan Singapura

Timnas Thailand harus menelan kekalahan 1-2 dari Singapura pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Selasa (18/8).

Meski tumbang di hadap

img_title

VIVA.co.id

18 Agustus 2026





Source link