Nasional

AS Pakai Trik Kejam supaya Iran Berlutut

×

AS Pakai Trik Kejam supaya Iran Berlutut

Sebarkan artikel ini


Rabu, 19 Agustus 2026 – 14:14 WIB

VIVA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi tahu sekutu-sekutu politiknya bahwa mereka mengubah strategi menjadi upaya untuk secara bertahap “mencekik” Iran secara ekonomi, alih-alih melanjutkan pendekatan sebelumnya berupa aksi militer, CNN melaporkan mengutip pejabat AS.


img_title


AS Mau Tiru Teknologi Rusia

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Teheran dan tidak berencana untuk mengadakan perundingan.

Para pejabat Gedung Putih baru-baru ini memberi tahu sekutu-sekutu politik bahwa pemerintah AS mengubah strateginya, dari melancarkan serangan terhadap Iran secepat mungkin menjadi upaya untuk secara bertahap “mencekik” negara tersebut, CNN melaporkan.


img_title


Trump: Gagasan Selat Hormuz Jadi Bagian AS Ide Bagus

Pejabat AS mengatakan paket sanksi baru terhadap Iran diperkirakan akan diberlakukan pekan ini, sementara blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap dipertahankan.

Gedung Putih juga dilaporkan khawatir bahwa kesepakatan potensial antara Iran dan Oman mengenai pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat memperkuat kendali Teheran atas jalur perairan strategis tersebut.


img_title


Soroti Geopolitik, Megawati: AS Negara Super Power tapi Sampai Saat Ini Tak Bisa Kalahkan Iran

Sejumlah pejabat AS turut meyakini bahwa Oman telah mengambil posisi yang lebih pro-Iran dalam perundingan tersebut, alih-alih bertindak sebagai mediator yang netral.

Adapun Trump sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bermaksud memperpanjang nota kesepahaman dengan Iran, yang masa berlakunya berakhir pada 17 Agustus 2026.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Ghalibaf menuding Amerika Serikat “mencekik Iran” dengan tujuan memaksa Iran memberikan konsesi yang ia sebut “tidak pernah menjadi bagian” dalam kesepakatan yang diteken antar Washington dan Teheran.

“Orang-orang Amerika berpikir dengan mencekik Iran, mereka akan meraih konsesi yang tidak pernah menjadi bagian dalam kesepakatan,” kata Ghalibaf dalam sebuah kiriman di media sosial.

Ia lantas menyebut Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sudah semakin kehilangan kendali. “Berhenti menunggu kru badut untuk menarik kelinci dari topinya dan bersihkan kekacauan yang kalian buat,” ucapnya, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi.

Pertengahan Juni lalu, Teheran dan Washington meneken sebuah nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan dan memulai dialog untuk mencapai penyelesaian perang secara permanen. Kesepakatan tersebut tercapai melalui mediasi Pakistan dan Qatar.

Halaman Selanjutnya

Akan tetapi, dialog antara kedua pihak berkonflik gagal di tengah jalan menyusul perselisihan terkait syarat-syarat pada memorandum serta pelayaran di Selat Hormuz, jalur kunci bagi ekspor komoditas energi global.

Halaman Selanjutnya





Source link