Nasional

Pimpinan Gontor Kiai Hasan Abdullah Ajak Pendidik Dunia Hadiri GIHES 2026

×

Pimpinan Gontor Kiai Hasan Abdullah Ajak Pendidik Dunia Hadiri GIHES 2026

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 22 Agustus 2026 – 18:24 WIB

Jakarta, VIVA – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, secara resmi mengundang para pemangku kepentingan pendidikan Islam, pimpinan lembaga, hingga akademisi internasional untuk menghadiri Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. 


img_title


Waka MPR: Ponpes Gontor Pilar Iman, Islam, dan Nasionalisme Penguat Bangsa

Pertemuan akbar ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan satu abad berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam pernyataannya, KH Hasan Abdullah Sahal menekankan pentingnya kehadiran para tokoh pendidikan, mulai dari rektor hingga dekan universitas, untuk duduk bersama dalam forum yang akan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.


img_title


Kiai Gontor Prof Amal Fathullah Zarkasyi Wafat

“Dalam rangka satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang dan mengharapkan partisipasi serta kehadiran para pemangku pendidikan Islam, lembaga-lembaga Islam, para rektor, para dekan universitas, dan para pelaku pendidikan lembaga Islam untuk menghadiri GIHES 2026,” ujar Kiai Hasan dalam keterangan pers, dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kiai Hasan berharap forum ini menjadi wasilah bagi kejayaan umat Islam secara global. 


img_title


Pesantren Gontor-Laznas Darunnajah Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana di Sumatera

“Sampai jumpa. Mudah-mudahan (pertemuan ini) membawa arti besar menuju kejayaan kita semua, fii dunya wal akhiroh, menuju rida Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.

Sejalan dengan undangan tersebut, Wakil Ketua MPR RI yang juga menjabat Ketua Badan Wakaf Gontor, Hidayat Nur Wahid, memaparkan urgensi materi yang akan dibahas dalam GIHES 2026. Ia menegaskan bahwa salah satu fokus utama pembahasan adalah menjawab fenomena kerapuhan mental yang kian melanda generasi muda dunia.

Menurut Hidayat, pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini belum diimbangi dengan kesiapan karakter dan kepemimpinan yang tangguh. Kondisi ini melahirkan tantangan baru: banyak generasi muda sulit berkolaborasi, tidak memiliki etos kerja yang kuat, serta lemah dalam aspek kepemimpinan.

“Kami melihat bahwa pendidikan holistik yang sejati itu ada di pesantren, tempat santri dibina mental, moral, dan soft skill-nya selama 24 jam penuh,” jelas Hidayat.

GIHES 2026 diharapkan dapat merumuskan formulasi pendidikan holistik yang mampu menyiapkan generasi masa depan, tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan karakter dalam menghadapi perubahan zaman.

“Kami ingin menegaskan bahwa di tengah gempuran teknologi, ketangguhan mental dan kekuatan karakter yang ditempa melalui sistem pesantren adalah kunci untuk mencetak pemimpin masa depan yang mampu membawa kejayaan bagi umat dan bangsa,” pungkas Hidayat.

Diskusi Pesantren Gontor

Hadapi Tantangan Zaman, Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Dibekali Wawasan Hukum dan Bijak Media Sosial

Acara ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk membekali para santri senior yang akan segera terjun ke masyarakat dengan pemahaman hukum siber serta komunikasi.

img_title

VIVA.co.id

7 Juni 2026





Source link