Sabtu, 22 Agustus 2026 – 20:30 WIB
VIVA – Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan yang semakin besar. Di tengah meningkatnya penolakan terhadap kepemimpinannya, Presiden CONCACAF Victor Montagliani secara terbuka meminta pria asal Swiss tersebut mempertimbangkan untuk tidak menghadiri turnamen sepak bola usia muda di Republik Dominika akhir pekan ini.
Permintaan itu disampaikan Montagliani melalui surat yang dikirim kepada Infantino pada Jumat dan dilihat Reuters. Ia khawatir kehadiran Presiden FIFA dalam ajang CFU U-14 Series justru membuat perhatian publik dan media bergeser dari tujuan utama kompetisi, yakni pengembangan pemain muda di kawasan Karibia.
Montagliani bahkan secara langsung menyinggung situasi yang sedang melanda FIFA. Menurutnya, sorotan terhadap Infantino saat ini begitu besar sehingga berpotensi membuat turnamen usia muda tersebut tenggelam oleh pemberitaan mengenai konflik tata kelola organisasi sepak bola dunia.
“Seperti yang Anda ketahui, rencana kehadiran Anda telah menarik perhatian media yang signifikan,” tulis Montagliani dalam suratnya.
Ia kemudian meminta Infantino mempertimbangkan kembali rencana kehadirannya demi menjaga fokus terhadap kegiatan pembinaan pemain muda.
“Saya dengan hormat meminta Anda, atas nama sepak bola, untuk mempertimbangkan kembali kehadiran Anda karena hal itu dapat mengganggu aspek teknis dari kegiatan pengembangan pemain muda yang penting ini,” ujar Montagliani.
Permintaan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa hubungan Infantino dengan sejumlah kekuatan utama dalam sepak bola dunia sedang berada dalam kondisi tidak baik.
Tiga konfederasi berseberangan dengan Infantino
Tekanan terhadap Infantino tidak muncul secara tiba-tiba. Presiden FIFA tersebut saat ini menghadapi penolakan dari setidaknya tiga konfederasi besar, yakni UEFA yang menaungi sepak bola Eropa, AFC dari Asia, serta CONCACAF yang mencakup Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia.
Persoalan semakin memanas setelah rencana FIFA untuk menjual sebagian kepemilikan terkait Piala Dunia gagal mendapatkan dukungan yang diharapkan. Proposal tersebut sebelumnya memicu perdebatan karena menyangkut arah pengelolaan dan komersialisasi salah satu aset terbesar FIFA.
Situasi itu kemudian berkembang menjadi persoalan politik internal FIFA. Infantino bahkan disebut berpotensi menghadapi mosi tidak percaya dari sejumlah kekuatan regional sepak bola dunia yang ingin menggoyang posisinya.
Halaman Selanjutnya
Di tengah kondisi tersebut, Infantino tetap melakukan agenda kunjungan ke Republik Dominika. Ia tiba di Punta Cana dan mendapat sambutan dari Menteri Olahraga dan Rekreasi Republik Dominika Kelvin Cruz.






