Kamis, 27 Agustus 2026 – 03:06 WIB
VIVA – Bagi pengguna smartphone generasi awal, nama Angry Birds mungkin langsung mengingatkan pada permainan sederhana dengan ketapel, burung warna-warni, dan babi hijau yang menjadi musuh utama. Dulu, game ini begitu populer di ponsel layar sentuh dan menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah game mobile.
Namun, Angry Birds ternyata tidak berhenti sebagai game sederhana untuk mengisi waktu luang. Selama bertahun-tahun, Rovio mengembangkan waralaba ini melalui berbagai genre, karakter, kolaborasi, hingga platform baru.
Bahkan hingga 2026, Angry Birds masih mendapatkan konten dan cara bermain baru. Berikut VIVA telah merangkumnya Kamis, 27 Agustus 2026.
Berawal dari Game Mobile pada 2009
Perjalanan Angry Birds dimulai pada 2009 ketika Rovio meluncurkan game pertamanya. Konsepnya sederhana: pemain menarik ketapel untuk melontarkan burung ke arah struktur yang ditempati para babi hijau.
Menurut situs resmi Angry Birds, Angry Birds Classic merupakan game yang mengawali semuanya. Permainan tersebut menggabungkan teka-teki berbasis fisika, kemampuan unik setiap burung, berbagai tantangan, serta level yang dapat dimainkan berulang kali.
Kesederhanaan tersebut justru menjadi salah satu kekuatannya. Pemain hanya membutuhkan beberapa detik untuk memahami mekanisme permainan, tetapi membutuhkan strategi untuk mendapatkan skor tinggi dan tiga bintang.
Popularitasnya Meledak di Era Awal Smartphone
Angry Birds kemudian berkembang jauh melampaui sebuah game mobile biasa.
Dalam perayaan ulang tahun ke-10, Rovio menyebut game Angry Birds telah mencapai lebih dari 4,5 miliar unduhan untuk seluruh game mobile Angry Birds pada saat itu. Rovio juga menyebut Angry Birds Classic sebagai game mobile pertama yang mencapai satu miliar unduhan.
Popularitas tersebut membuat karakter seperti Red, Chuck, Bomb, Matilda, Terence, dan The Blues semakin dikenal.
Tidak hanya game, Angry Birds kemudian berkembang menjadi sebuah merek hiburan yang mencakup animasi, produk berlisensi, dan berbagai bentuk merchandise.
2010: Angry Birds Mulai Mengembangkan Formula
Kesuksesan game pertama tidak membuat Rovio hanya mengulang konsep yang sama.
Pada 2010, hadir Angry Birds Seasons. Game ini mempertahankan mekanisme ketapel tetapi menghadirkan tema berdasarkan berbagai musim dan perayaan seperti Natal, Halloween, Valentine, dan Easter.
Halaman Selanjutnya
Konsep tersebut menunjukkan bagaimana Rovio mulai mencari cara agar formula Angry Birds tetap menarik meskipun mekanisme dasarnya masih sama.






