Sabtu, 29 Agustus 2026 – 00:07 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan Nepal, Swarnim Wagle, mengatakan kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang di negaranya bisa mencapai miliaran dolar.
“Secara kumulatif, saya rasa, nilai kerugian dan kerusakan begitu dihitung secara pasti dalam waktu sekitar satu pekan, akan mencapai sedikitnya beberapa miliar dolar,” kata Menkeu Wagle kepada stasiun TV Bloomberg.
Menurutnya, perkiraan awal dari kerusakan tersebut “cukup mengkhawatirkan”.
Otoritas Nepal telah mengevakuasi 3.253 orang selama terjadi banjir bandang, seperti dilaporkan portal berita Ratopati, yang mengutip juru bicara pemerintah Nepal, Sasmit Pokharel pada Jumat.
Dilansir bahwa total 3.253 orang telah diselamatkan menyusul banjir yang terjadi pada Rabu 26 Agustus 2026.
Sebanyak 15 helikopter telah dikerahkan untuk melaksanakan operasi penyelamatan. Selain itu, empat helikopter juga dikerahkan untuk menyalurkan makanan dan kebutuhan pokok lainnya ke wilayah-wilayah yang terdampak.
Arus air yang sangat deras menerjang Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Nepal pada Rabu. Banjir besar tersebut dipicu oleh gempa bumi yang kemudian disusul tanah longsor. (Ant)
China Jelaskan Reruntuhan Gletser di Nepal Jadi Pemicu Banjir Bandang Tewaskan Ratusan Orang
Pemerintah China pada Jumat menyebut runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal diduga menjadi pemicu bencana di kedua sisi perbatasan yang menewaskan sedikitnya 480 orang
VIVA.co.id
29 Agustus 2026






