Nasional

Sekjen Golkar Ajak Warga NU Hayati Qanun Asasi Agat Dijauhi dari Pertengkaran

×

Sekjen Golkar Ajak Warga NU Hayati Qanun Asasi Agat Dijauhi dari Pertengkaran

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 29 Agustus 2026 – 12:00 WIB

Jombang, VIVA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengatakan nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi kunci utama dalam menjaga soliditas organisasi. Penguatan fondasi pemikiran ini dinilai krusial agar seluruh warga Nahdliyyin senantiasa mengedepankan persatuan dalam setiap gerak langkahnya.


img_title


Bukunya Dibedah Tuntas, Sosok Tiga Kiai Besar di Balik Kepemimpinan Cak Imin Disorot

Hal itu diungkapkan Sarmuji dalam Halaqah Pemikiran Pesantren yang digelar di area Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Sarmuji menegaskan Mukadimah Qanun Asasi yang dibuka KH Hasyim Asy’ari membuka dengan ayat dari Surat Al-Ahzab ayat 45-46 yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru kepada agama Allah, dan pelita yang menerangi.


img_title


Sempat Diisukan Mundur dari Menag, Nasaruddin Umar Disebut Fokus Bantu Prabowo

Menurutnya, penempatan ayat tersebut menunjukkan harapan agar NU hadir membawa nilai-nilai kebaikan, memberikan kegembiraan bagi masyarakat, serta menjadi penerang dalam kehidupan bangsa.

Selain itu, KH Hasyim Asy’ari juga menekankan pentingnya nilai persatuan dan manfaat berjemaah dalam Qanun Asasi. Sarmuji menambahkan pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada kebersamaan dan gerakan kolektif.


img_title


Prabowo Yakin Indonesia Akan Bangkit: Tak Ada yang Bisa Membendung, Percaya Sama Saya

“Qanun Asasi bukan sekadar aturan dasar, melainkan raison d’être—alasan berdirinya Nahdlatul Ulama. Ia merupakan landasan berpikir sekaligus gambaran bagaimana NU seharusnya berkhidmat,” jelas Sarmuji, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ia menambahkan, pemahaman yang mendalam terhadap Qanun Asasi diharapkan dapat menjaga warga dan pengurus NU agar terus mengedepankan persatuan.

“Jika para pengurus NU menghayati Qanun Asasi ini dengan sungguh-sungguh, insyaallah tidak akan ada cerita NU yang saling bertengkar atau gegeran. Yang ada adalah NU yang terus bergerak,” katanya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi pelaksanaan halaqah tersebut sekaligus menyampaikan penghargaan terhadap penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di PPBU Tambakberas Jombang. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan tradisi pesantren karena ibundanya merupakan sosok yang aktif di Muslimat NU.

“Saya ingat betul, almarhum sering mengucapkan: “Alhamdu utawi sekabehane puji, lillahi iku kagungane Allah, Rabbil ‘alamina kang pengerane alam kabeh,” kata Sarmuji.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Sarmuji merasa senang dapat hadir dalam forum halaqah. Ia menilai forum kultural seperti itu memberikan ruang bagi berbagai pihak, termasuk kalangan politik, untuk berdiskusi mengenai nilai-nilai dasar NU.

Halaman Selanjutnya

“Entah nanti akan diterapkan oleh struktur resmi atau tidak, yang penting kita bicarakan bersama sebagai pengingat,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya





Source link