Nasional

Lumpuhkan China, Kuasai Luar Angkasa

×

Lumpuhkan China, Kuasai Luar Angkasa

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 29 Agustus 2026 – 14:59 WIB

VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menancapkan ambisinya di luar angkasa. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, waktu setempat, ia secara resmi mengumumkan pembentukan “Akademi Antariksa” (Space Academy).


img_title


China Jelaskan Reruntuhan Gletser di Nepal Jadi Pemicu Banjir Bandang Tewaskan Ratusan Orang

Ini merupakan institusi yang dirancang khusus untuk melatih rekrutan militer dan sipil masa depan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata Washington untuk memperkuat posisinya di tengah ketatnya persaingan antariksa, terutama menghadapi manuver China.

Dalam pidatonya di Pusat Antariksa Johnson NASA, Houston, Donald Trump menjelaskan bahwa akademi ini akan berkiblat pada standar tinggi akademi militer legendaris AS, West Point.


img_title


Kamboja Tutup 700 Jaringan Penipuan Online, Ada 3.400 Tersangka dari 29 Warga Negara

“Namanya Akademi Antariksa AS. Ini adalah sebuah gebrakan besar. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi Angkatan Luar Angkasa AS, tetapi juga akan menyokong NASA serta industri antariksa sipil secara keseluruhan,” ungkapnya, seperti dikutip dari Gulfnews, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Trump turut memberikan apresiasi khusus kepada Angkatan Luar Angkasa—cabang keenam dari angkatan bersenjata AS. Ia memuji peran krusial mereka dalam mendukung operasi militer AS di Venezuela dan Iran baru-baru ini.


img_title


Donald Trump Terus Injak Iran, Teheran Ancam Gebuk Kepentingan Ekonomi AS

Kendati demikian, ia belum membocorkan di kota mana markas akademi baru ini akan didirikan. Selain meresmikan institusi pendidikan, Donald Trump juga memberikan penghormatan kepada awak misi Artemis 2 NASA.

Mereka dianugerahi Medali Kehormatan Antariksa Kongres atas keberhasilan misi penerbangan melintasi Bulan pada April lalu. Bukan rahasia lagi bahwa luar angkasa kini telah menjelma menjadi domain paling strategis bagi kekuatan global, baik di sektor militer maupun teknologi.

Saat ini, AS tengah berpacu sengit dengan China dalam perlombaan untuk mendaratkan kembali astronot di permukaan Bulan sebelum 2030—sebuah misi historis setelah lebih dari lima dekade sejak pendaratan pertama manusia.

Manuver terbaru ini sejalan dengan janji Donald Trump pekan lalu, di mana ia menggaungkan hadirnya “zaman keemasan” antariksa yang akan ditandai dengan masifnya peluncuran roket eksplorasi menuju Bulan dan Mars.

Jubir Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian

China Wanti-wanti Banjir Bandang Susulan di Perbatasan Nepal yang Dipicu Gletser

Jubir Kementerian Luar Negeri China mengingatkan adanya risiko bencana lanjutan pasca banjir bandang dahsyat memicu longsor lumpur di perbatasan China dan Nepal

img_title

VIVA.co.id

29 Agustus 2026





Source link