Sabtu, 29 Agustus 2026 – 17:53 WIB
VIVA – Aktivitas masyarakat perkotaan yang semakin padat membuat pola makan ikut berubah. Mahasiswa yang berpindah dari kampus ke kos, pekerja yang harus menempuh perjalanan panjang, hingga freelancer yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop kerap menghadapi persoalan yang sama: lapar datang bukan ketika waktunya makan.
Kondisi tersebut membuat seseorang sering kali mencari makanan yang paling mudah dijangkau. Gorengan, keripik kemasan, atau jajanan lainnya menjadi pilihan praktis ketika perut mulai terasa kosong di tengah kesibukan.
Padahal, rasa lapar memiliki kaitan dengan ritme tubuh dan waktu. Ada sejumlah periode dalam sehari ketika dorongan untuk makan cenderung muncul, meski belum tentu bertepatan dengan jadwal makan utama.
1. Pagi Menjelang Siang
Sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 menjadi salah satu waktu ketika rasa lapar mulai muncul kembali, terutama bagi mereka yang telah sarapan beberapa jam sebelumnya.
Penelitian Cummings dkk. (2001) menunjukkan kadar hormon ghrelin, yang berperan dalam memicu rasa lapar, meningkat menjelang waktu makan.
Bagi pekerja maupun mahasiswa, periode ini juga sering bertepatan dengan aktivitas yang sedang padat. Rapat, kelas, atau pekerjaan yang belum selesai membuat seseorang terkadang memilih menunda makan hingga siang.
Akibatnya, camilan menjadi jalan keluar paling cepat untuk mengatasi rasa lapar sementara.
2. Sore Hari Saat Energi Mulai Turun
Memasuki pukul 15.00 hingga 18.00, tubuh kembali menghadapi periode yang kerap terasa berat. Setelah makan siang, seseorang dapat mengalami penurunan energi dan konsentrasi yang dikenal sebagai post-lunch dip.
Fenomena tersebut merupakan bagian dari pola alami tubuh dan dapat membuat seseorang merasa mengantuk atau kurang bersemangat menjalankan aktivitas pada sore hari.
Dalam kondisi seperti ini, makanan ringan sering menjadi pilihan untuk membantu mengatasi rasa lapar sekaligus menemani aktivitas hingga waktu makan malam.
3. Malam Hari Ketika Aktivitas Belum Selesai
Rasa lapar juga dapat kembali muncul pada pukul 20.00 hingga tengah malam, terutama bagi mereka yang masih beraktivitas atau memiliki waktu tidur yang lebih sedikit.
Penelitian Scheer dkk. (2013) dan Spaeth dkk. (2013) menunjukkan adanya hubungan antara ritme tubuh, waktu aktivitas, kurang tidur, dan dorongan untuk makan.
Halaman Selanjutnya
Persoalannya, lapar pada malam hari sering datang ketika seseorang sudah tidak ingin mengonsumsi makanan berat. Namun, jika tidak memiliki pilihan yang praktis, camilan tinggi kalori justru dapat menjadi pilihan spontan.






