Nasional

Omzet Besar Belum Tentu Cuan, Ini 5 Biaya Marketplace yang Wajib Dihitung UMKM

×

Omzet Besar Belum Tentu Cuan, Ini 5 Biaya Marketplace yang Wajib Dihitung UMKM

Sebarkan artikel ini


Selasa, 1 September 2026 – 21:15 WIB

VIVA – Berjualan melalui marketplace menjadi salah satu cara UMKM memperluas pasar dan menjangkau konsumen lebih luas. Namun, meningkatnya transaksi tidak selalu berarti keuntungan ikut bertambah. Pelaku usaha tetap perlu memperhitungkan biaya yang dipotong dari setiap penjualan.


img_title


Wagub Rano Karno Optimistis Program Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Pedagang Pasar

Kementerian UMKM pada 2026 menyebut biaya layanan yang dikenakan marketplace kepada penjual berada pada kisaran 10  hingga 18 persen dari setiap transaksi, di luar biaya promosi atau iklan. Besaran tersebut dapat memengaruhi margin, terutama bagi UMKM yang menjual produk dengan keuntungan relatif tipis.

Selain biaya layanan, pelaku usaha juga perlu memperhatikan biaya administrasi, promosi, voucher, serta ongkos kirim yang dapat muncul dalam proses penjualan. Struktur biaya juga dapat berubah mengikuti kebijakan masing-masing platform dan kategori produk.


img_title


Perkuat Daya Saing UMKM, BKPM Gandeng IWIP Dorong Kemitraan Inklusif dengan Industri

Pada 2026, sejumlah platform melakukan penyesuaian biaya administrasi dan komisi pada beberapa kategori produk. Kondisi tersebut membuat UMKM perlu lebih cermat menghitung harga jual dan biaya operasional agar peningkatan penjualan tidak justru menekan keuntungan.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Maret 2026 mencatat terdapat lebih dari 64 juta UMKM yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional. Sementara itu, Kementerian UMKM pada Januari 2026 menyebut sekitar 27 juta UMKM telah masuk ke ekosistem digital melalui media sosial dan marketplace.


img_title


Perkuat Transformasi, Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua

Dengan semakin banyaknya UMKM yang berjualan secara digital, pilihan kanal penjualan dengan struktur biaya yang lebih efisien menjadi salah satu pertimbangan bagi pelaku usaha. Salah satu alternatif yang ditawarkan yakni akses berjualan tanpa komisi melalui Tempomart dalam program NEO rheumacyl Peduli UMKM.

Program tersebut memberikan akses berjualan di platform tersebut tanpa komisi penjualan selama enam bulan. UMKM terpilih juga mendapatkan paket dukungan bisnis untuk membantu meningkatkan visibilitas, mengelola toko, dan mengembangkan penjualan online melalui dukungan promosi berupa voucher diskon dan gratis ongkos kirim.

“Kami ingin membantu UMKM bukan sekadar memiliki toko online, tetapi juga meningkatkan visibilitas, menjaga margin, dan membangun bisnis yang lebih siap bertumbuh,” ujar Diana Theodora, General Manager Brand Creative Content & Communication Health Care Division, PT Tempo Scan Pacific Tbk, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Selasa, 1 September 2026.

Halaman Selanjutnya

“Kehadiran Tempomart sebagai mitra dalam program ini membawa semangat bahwa inovasi lokal tidak hanya hadir melalui produk, tetapi juga melalui ekosistem digital yang dapat membuka ruang tumbuh bagi pelaku usaha Indonesia,” papar Suli Anggara, Deputy Managing Director Sales & Marketing PT Tempo Digital Nusantara.

Halaman Selanjutnya





Source link