Nasional

Prabowo Soroti Perdagangan Sering Jadi ‘Senjata’ Beri Tekanan ke Negara Lain: Sektor Keuangan Terpecah-belah

×

Prabowo Soroti Perdagangan Sering Jadi ‘Senjata’ Beri Tekanan ke Negara Lain: Sektor Keuangan Terpecah-belah

Sebarkan artikel ini


Kamis, 3 September 2026 – 15:50 WIB

Rusia, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto berbicara terkait kondisi geopolitik dunia, khususnya sistem perdagangan internasional. Ia menegaskan sistem perdagangan sering dijadikan sebagai senjata untuk memberikan tekanan kepada negara lain.


img_title


Prabowo: Pembangunan Tak Boleh Dinikmati Segelintir Orang, Harus Berdampak ke Masyarakat

Hal itu disampaikan Prabowo saat menjadi pembicara dalam sesi pleno Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026. 

Kepala Negara mendorong pengembangan sistem keuangan global alternatif guna menjaga ketahanan sekaligus kelancaran perekonomian dunia.


img_title


Hadiri Forum EEF Rusia, Prabowo: Pemerintah Harus Lindungi yang Lemah hingga Berantas Korupsi

Menurutnya, meningkatnya rasa saling curiga antarnegara telah mendorong fragmentasi dalam tatanan internasional. Kondisi tersebut turut memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi global.

“Saat ini, perdagangan kerap kali dijadikan sebagai senjata. Rantai pasok digambar ulang atas dasar kecurigaan. Sektor keuangan terpecah-belah oleh batas geografi,” kata Prabowo.


img_title


Prabowo: Indonesia-Rusia Miliki Ikatan Sejarah yang Mendalam

Di sisi lain, Prabowo mengingatkan seluruh dunia untuk tak terlalu bergantung kepada satu pusat finansial. Ia menilai perlu dibangun lebih banyak jembatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik, hingga perdagangan.

Menurutnya, sistem tunggal akan lebih rentan apabila mengalami gangguan maupun pembatasan sepihak.

“Dalam sistem keuangan global, ketahanan membutuhkan lebih dari satu sistem yang berfungsi. Kita tidak boleh hanya bergantung pada satu arsitektur keuangan tunggal, karena jika satu sistem terganggu, sistem yang lain harus tetap mampu memfasilitasi arus dana agar perdagangan tetap berjalan,” kata dia.

Prabowo kemudian memperingatkan bahwa tanpa adanya mekanisme pembayaran dan kliring yang dapat diandalkan, aktivitas perdagangan antarnegara berisiko mengalami gangguan serius bahkan terhenti secara luas.

Namun, ia menegaskan bahwa upaya membangun arsitektur finansial baru bukan bertujuan menggantikan sistem yang telah ada. Menurutnya, sistem baru justru perlu dapat berjalan berdampingan dengan mekanisme yang sudah tersedia.

“Ini bukan tentang menggantikan satu sistem dengan sistem lainnya, melainkan tentang memastikan bahwa sistem keuangan global lainnya dapat beroperasi berdampingan dengan skema yang sudah ada demi menjaga kesinambungan, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional,” jelas Prabowo.

Prabowo kembali menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Ia mengatakan Indonesia akan tetap menentukan kepentingan nasionalnya secara mandiri tanpa mengikatkan diri pada blok pertahanan tertentu.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, sikap tersebut berjalan beriringan dengan upaya Indonesia memperluas hubungan ekonomi dengan berbagai negara dan kawasan, salah satunya melalui Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Halaman Selanjutnya





Source link