Sabtu, 5 September 2026 – 03:20 WIB
VIVA – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan terlibat perdebatan sengit dengan sejumlah mahasiswa yang mencegatnya saat keluar dari Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis, 3 September 2026.
Pertemuan tersebut terjadi ketika sekitar 15 mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalbar menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah tersebut.
Mahasiswa salah satunya mendesak Pemerintah Provinsi Kalbar mengusulkan agar karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional. Mereka juga mempertanyakan keterbatasan relawan, armada, hingga logistik yang digunakan dalam penanganan kebakaran.
Di tengah aksi tersebut, Ria Norsan berusaha memberikan penjelasan mengenai batalnya kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Kalbar. Menurutnya, kunjungan tersebut tidak dapat dilakukan karena alasan keselamatan penerbangan.
“Kita sekarang masih berusaha semua. Menteri hari ini karena tidak bisa turun pesawat, bukan aslinya membatalkan,” ujar Ria Norsan.
Namun, penjelasan tersebut belum menghentikan perdebatan. Ketika Ria Norsan hendak meninggalkan lokasi, mahasiswa menyampaikan sindiran mengenai respons pemerintah yang dinilai hanya bersifat seremonial.
“Itu kan kamu yang ngomong bukan saya yah. Kita juga pernah jadi mahasiswa. Kita ngomong dengan intelek lah,” tutur Ria Norsan.
“Kita bicara intelek, kita bicara tentang fakta,” timpal mahasiswa.
Ria Norsan Singgung Mahasiswa Tak Turun ke Lapangan
Situasi semakin panas ketika Ria Norsan mempertanyakan keterlibatan mahasiswa dalam penanganan karhutla. Ia mengaku belum melihat mahasiswa turun langsung membantu pemadaman api selama beberapa hari terakhir.
“Sekarang kita sama-sama menghadapi kebakaran, dari mahasiswa turun. Saya belum lihat mahasiswa turun di lapangan. 4 hari ini sudah, belum lihat,” sindir Ria Norsan.
Pernyataan tersebut langsung dibantah. Mahasiswa mengatakan mereka turut terlibat sebagai relawan dalam penanganan karhutla.
“Relawan itu mahasiswa rata-rata,” ujar mahasiswa.
Emosi Memuncak, Ria Norsan Bentak Mahasiswa
Perdebatan antara gubernur dan mahasiswa semakin memanas. Masing-masing pihak tetap mempertahankan pandangan mengenai kondisi penanganan karhutla di Kalbar.
Ketika mahasiswa kembali menyampaikan kritik, situasi berubah semakin tegang. Ria Norsan yang terlihat mulai terpancing emosi akhirnya membentak mahasiswa yang berada di hadapannya.
Halaman Selanjutnya
“Ngapa emosi gitu,” timpal mahasiswa.






