Minggu, 6 September 2026 – 08:30 WIB
VIVA –Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat, 4 September 2026, telah mencapai Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu malam. Abu vulkanik tersebut mulai menimbulkan keluhan kesehatan, salah satunya dialami Sanan, warga Kampung Pasauran Satu, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka.
Sanan mengatakan paparan abu vulkanik mulai dirasakan menebal di sekitar permukiman warga sejak Sabtu pukul 17.00 WIB.
“Dari jam lima sore mulai banyak debu. Saya bawa motor di jalan mata pada sakit kalau tidak pakai helm. Ke badan juga menempel debunya, membuat tidak nyaman. Bahkan di depan rumah saya sudah banyak debu yang menempel di lantai,” katanya.
Sanan menambahkan, rentetan suara gemuruh dan getaran yang tidak kunjung berhenti sejak Jumat 4 September malam mendorongnya berinisiatif mendatangi langsung Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Pasauran untuk memastikan kondisi keamanan gunung tersebut.
Kekhawatiran serupa turut dirasakan oleh Kepala SDN Pasir Menteng, Kecamatan Cinangka, Ajat Sudrajat.
Ajat sengaja mendatangi Pos PGA Anak Krakatau malam itu untuk memastikan secara langsung status dan kondisi gunung, guna mendapatkan informasi valid yang nantinya akan disampaikan kepada para siswa dan wali murid di sekolah.
Ajat membenarkan bahwa sebaran debu vulkanik tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.
“Di perjalanan, kalau keadaan tidak memakai masker itu sudah lumayan sakit ke tenggorokan, kemudian mata juga perih kalau tidak pakai kacamata. Walaupun kita tidak terlihat jelas di udara, tapi debu-debunya di pos pemantauan Krakatau ini kelihatan menumpuk,” ujarnya. (ANT)
Sebaran Abu Vulkanik Sampai Jakarta
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat malam 4 September 2026 tercatat sudah sampai ke sebagian wilayah Jakarta. Hal ini terlihat dari citra satelit yang dibagikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resmi mereka.
Mengutip Instagram BMKG Wilayah 2 per pukul 07.00 WIB ada dua katagori sebaran abu berdasarkan ketinggiannya.
“Citra Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) 6 September 2026, 05.00 WIB. Berdasarkan perkembangan informasi aktivitas erupsi GAK dari PVMBG dan VAAC Darwin serta hasil analisis RGB Citra Himawari-9 teridentifikasi sebaran abu vulkanik,” demikian keterangan BMKG wilayah 2 dikutip Minggu 6 September 2026.
Halaman Selanjutnya
Lebih lanjut untuk katagori sebaran pertama pada permukaan 20.000 kaki yang bergerak ke arah Timur Laut- Selatan. Mencakup Sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.






