Nasional

Profesi yang Dulu Dianggap Membosankan Kini Diburu Gen Z, Gajinya Bisa 6 Digit!

×

Profesi yang Dulu Dianggap Membosankan Kini Diburu Gen Z, Gajinya Bisa 6 Digit!

Sebarkan artikel ini


Selasa, 8 September 2026 – 21:40 WIB

VIVA – Bagi generasi sebelumnya, akuntansi mungkin identik dengan pekerjaan membosankan yang hanya berkutat dengan angka. Namun, pandangan tersebut mulai berubah. Profesi yang dulu banyak ditinggalkan generasi Baby Boomer dan Milenial kini justru dilirik Gen Z karena menawarkan gaji dan stabilitas yang menjanjikan.


img_title


Status Belum Layak KPR Jadi Kendala Pelaku UMKM dan Gen Z Punya Rumah, Simak Strateginya

Perubahan ini tidak lepas dari kondisi ekonomi yang semakin menantang. Biaya hidup terus meningkat, sementara mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan cukup untuk hidup mandiri bukan perkara mudah. Karena itu, banyak anak muda kini lebih mengutamakan gaji awal tinggi dan keamanan pekerjaan dibanding sekadar mengejar pekerjaan impian. Melansir dari YourTango, berikut penjelasannya.  

Akuntansi Kembali Dilirik Gen Z


img_title


Didukung Tren Preferensi Gen Z 2026, Industri Wewangian Lokal Bisa Jadi Raja di Pasar Domestik

Menurut laporan Fortune yang dikutip dalam sumber tersebut, lebih dari 340.000 akuntan telah meninggalkan profesinya dalam lima tahun terakhir. Di sisi lain, banyak akuntan senior diperkirakan akan pensiun dalam satu dekade mendatang.

Kondisi ini menciptakan banyak posisi kosong yang akhirnya menjadi peluang bagi Gen Z. Mereka melihat akuntansi sebagai profesi yang relatif stabil dengan potensi penghasilan menarik.


img_title


Bukan Boros, 8 Barang Ini Jadi ‘Pelarian’ Gen Z dan Milenial saat Stres

Padahal, pekerjaan sebagai akuntan selama ini kerap masuk daftar profesi yang dianggap membosankan. Sebuah studi pada 2022 bahkan menempatkan akuntan sebagai salah satu pekerjaan paling membosankan.

Gen Z Lebih Mengejar Gaji

Bagi Gen Z, besaran penghasilan menjadi salah satu pertimbangan utama ketika memilih karier. Survei Monster yang dikutip sumber tersebut menemukan bahwa 70 persen responden Gen Z menyebut gaji sebagai motivasi dalam memilih pekerjaan, disusul manfaat seperti asuransi kesehatan.

Pilihan tersebut cukup masuk akal mengingat kondisi ekonomi saat ini. Banyak anak muda menghadapi biaya sewa rumah, kebutuhan sehari-hari, hingga kebutuhan finansial lainnya yang terus meningkat.

Corey Seemiller, pendidik dan peneliti Gen Z, menjelaskan kepada BBC, “At Gen-Z’s age, older people worked 40 hours a week, and made enough money to buy a house and have barbecues on the weekend. Gen-Z works 50 hours a week at their jobs, and another 20 hours a week side hustling, yet still make barely enough to cover rent.”

Halaman Selanjutnya

Jabatan Bukan Lagi Prioritas

Halaman Selanjutnya





Source link