Nasional

Korban Meninggal Imbas Gempa di NTT Capai 135 Orang

×

Korban Meninggal Imbas Gempa di NTT Capai 135 Orang

Sebarkan artikel ini


Selasa, 8 September 2026 – 19:23 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia imbas bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 135 orang pada Selasa, 8 September 2026.


img_title


BNPB: Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung-Jakarta Mulai Kondusif

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi, Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan 48 orang yang meninggal merupakan korban gempa terdampak langsung.

Sementara, 87 orang lainnya meninggal akibat dampak tak langsung.


img_title


Gempa NTT Belum Pulih Sepenuhnya, Sido Muncul Kembali Salurkan Bantuan Rp510 Juta

“Kami sampaikan kaitan gempa bumi 7,7 magnitudo, kami memperoleh data perhari ini jumlah yang meninggal akibat gempa bumi tersebut sebanyak 48 orang, ini warga terdampak langsung gempa bumi, namun ada 87 orang meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa bumi,” kata Berton dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa, 8 September 2026.

BNPB juga mencatat per hari ini sebanyak 1.763 orang mengalami luka-luka. Sedangkan sebanyak 70.382 orang mengungsi. Selain korban jiwa, BNPB juga menyampaikan kerugian material. 


img_title


Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotolok Menyebar, Bandara Wunopito NTT Ditutup Sementara

“Adapun rumah rusak saat ini sebesar 98.986 rumah rusak yang terbagi 3 kategori rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan,” kata dia.

Selain itu, sebanyak 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 663 unit perkantoran alami kerusakan. Sebanyak 2.165 ton bantuan juga telah disalurkan BNPB ke NTT. 

“Hingga hari ini kami sudah menyampaikan 2.165 ton bantuan ke NTT tentu sebagaimana kami sampaikan dahulu bahwa bantuan tersebut disampaikan melalui Labuan Bajo dan juga Maumere,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 26 Agustus untuk memastikan penanganan bencana gempa bumi berjalan efektif dan distribusi bantuan tepat sasaran.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan lembaga kebencanaan agar seluruh langkah penanganan terintegrasi.

Sejak awal bencana, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik secara masif. Data mencatat, antara 15–24 Agustus 2026, sebanyak 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral telah didistribusikan ke wilayah terdampak.

Selain kebutuhan pangan, pemerintah juga mengirimkan obat-obatan, tenda, selimut, matras, perangkat komunikasi, serta dua set rumah sakit lapangan.

Sektor kesehatan menjadi prioritas utama. TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Soeharso-990 yang bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, untuk difungsikan sebagai rumah sakit lapangan.

Halaman Selanjutnya

Di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga juga beroperasi sebagai fasilitas kesehatan terapung, memperluas jangkauan layanan medis bagi masyarakat yang sulit mengakses rumah sakit darat.

Halaman Selanjutnya





Source link