Jumat, 11 September 2026 – 23:37 WIB
Subang, VIVA – BYD Indonesia ternyata belum mengambil keputusan untuk menjual mobil listrik mungil Racco di Tanah Air. Perusahaan baru mencoba memperkenalkan kendaraan tersebut melalui media sosial untuk melihat seperti apa respons calon konsumen.
Langkah itu dilakukan karena Racco merupakan salah satu tipe kendaraan yang menjadi favorit di sejumlah negara. BYD ingin mengetahui apakah karakter kendaraan tersebut juga bisa diterima oleh pasar Indonesia.
Hal itu dikatakan Head of PR & Government BYD Indonesia Luther Panjaitan. Ia menyebut, BYD mencoba berkomunikasi langsung dengan masyarakat melalui media sosial. Respons yang diterima sejauh ini disebut cukup positif.
“Jadi melalui komunikasi langsung dengan pemilik, melalui sosial media. Kita mau tahu feedback dari market bagaimana. Surprisingly sangat positif ya,” ujar Luther belum lama ini
Meski mendapat tanggapan positif, BYD belum mau langsung membawa Racco ke tahap penjualan. Perusahaan masih mempelajari sejumlah aspek sebelum menentukan apakah kendaraan tersebut memang cocok untuk pasar Indonesia.
Menurut Luther, BYD tidak hanya mengandalkan respons masyarakat di media sosial. Hasil riset teknis atau engineering, riset pasar, serta kondisi nyata di lapangan juga menjadi pertimbangan.
“Ini kan kita coba mengkombinasikan hasil riset secara engineering dan riset market sama real situation di lapangan,” katanya.
Dari kajian tersebut, BYD ingin mengetahui bagian mana dari Racco yang bisa menjadi keunggulan apabila nantinya dipasarkan di Indonesia. Perusahaan juga masih menghitung strategi yang akan digunakan jika kendaraan tersebut benar-benar diperkenalkan.
Beberapa hal yang dipertimbangkan mencakup produk, harga, hingga cara berkomunikasi dengan konsumen.
“Kita mau lihat dulu di sisi mana yang mungkin nanti bisa jadi strong point-nya, khususnya komunikasi, produk-produknya ini secara pricing, secara promosinya. Itu kita harus kalkulasi lagi,” tutur Luther.
Dengan kata lain, ramainya respons di media sosial belum cukup untuk membuat BYD mengambil keputusan. Racco masih berada dalam tahap kajian internal.
Luther juga belum memastikan apakah mobil tersebut akan dijual di Indonesia. Ia hanya membuka kemungkinan jika hasil penelitian perusahaan menunjukkan adanya peluang yang cukup kuat.
Halaman Selanjutnya
“Bisa saja. Semua tergantung nanti hasil riset internal,” ujarnya.






