Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak Papua Jadi Agen Perubahan melalui Pendidikan

×

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak Papua Jadi Agen Perubahan melalui Pendidikan

Sebarkan artikel ini


Jumat, 11 September 2026 – 20:32 WIB

Tangerang, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk membagikan kisah perjuangannya menempuh pendidikan kepada ratusan anak asal Tanah Papua.


img_title


Pelaku Penembakan 3 ASN Dinas Pertanian Sudah Diburu, Polisi Tebalkan Pasukan di Jayawijaya

Dari keterbatasan saat kuliah hingga akhirnya meniti karier di pemerintahan, perjalanan tersebut dijadikan Ribka sebagai penyemangat agar para siswa berani memiliki cita-cita besar.

Pesan itu disampaikan Ribka saat mengunjungi Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 11 September 2026.


img_title


Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN Dinas Pertanian Hingga Tewas di Papua Terkuak! Polisi Juga Sita Selongsong Peluru

Di hadapan lebih dari 300 siswa SLH Gunung Moria yang berasal dari Tanah Papua, Ribka menceritakan perjalanan kariernya. Ia pernah menjadi camat, bupati, hingga kepala dinas sebelum dipercaya menduduki jabatan sebagai Wamendagri.

Ribka meminta para siswa tidak menjadikan kondisi hari ini sebagai batas untuk menentukan masa depan. Menurutnya, pendidikan dan ketekunan menjadi modal penting untuk mewujudkan perubahan.


img_title


1.653 Satuan Pendidikan Dikeluarkan dari Daftar Penerima MBG, Mayoritas Sekolah Swasta Internasional

“Kamu harus jadi agent of change, kamu harus menjadi agen-agen yang bisa melakukan perubahan-perubahan. Hari ini nasib kita seperti ini, tapi besok kita tidak boleh seperti itu. Anda harus punya mimpi, Anda harus punya harapan, dan di sinilah tempat yang tepat,” katanya.

Ribka kemudian membuka cerita mengenai masa ketika dirinya menempuh pendidikan di Papua. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan tinggal bersama orang tua, ia merantau ke Jayapura untuk melanjutkan pendidikan SMP dan SMA hingga perguruan tinggi.

Perjuangannya tidak selalu berjalan mudah. Saat menyusun skripsi, Ribka mengaku menghadapi keterbatasan, termasuk soal kebutuhan sehari-hari.

Namun kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti menyelesaikan pendidikan. Ia tetap bertahan hingga akhirnya lulus dengan predikat terbaik.

“Saya waktu susun skripsi hanya minum kopi dan tidak punya makanan, tapi saya harus ketik terus skripsi saya, dan saya selesai dengan lulusan terbaik. Dan itu perjuangan saya harus mendaki gunung, harus pindah-pindah,” katanya.

Pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia birokrasi membuat Ribka semakin memahami pentingnya kemauan untuk terus belajar. Bahkan setelah menyelesaikan pendidikan S1, S2, hingga S3 dan mendekati masa pensiun, ia mengaku masih ingin terus menambah ilmu.

Karena itu, Ribka meminta para siswa memanfaatkan kesempatan pendidikan yang mereka miliki saat ini. Ia juga mengingatkan agar para siswa menyelesaikan pendidikan sesuai cita-cita yang telah mereka tetapkan.

Halaman Selanjutnya

“Akhir dari cerita saya bahwa saya ingin hari ini kalian masuk 300 lebih, harus selesai juga 300 lebih, jangan sampai ada yang malas-malas, terus ada yang keluar kawin, lain-lain, harus (lulus) sesuai dengan cita-cita,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya





Source link