Nasional

Sandiaga Uno Bicara Masa Depan Bali, Pariwisata Tak Cukup Hanya Andalkan Banyak Turis

×

Sandiaga Uno Bicara Masa Depan Bali, Pariwisata Tak Cukup Hanya Andalkan Banyak Turis

Sebarkan artikel ini


Selasa, 15 September 2026 – 23:13 WIB

VIVA – Bali selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia. Namun, di tengah tingginya aktivitas pariwisata, tantangan yang dihadapi Pulau Dewata kini bukan semata bagaimana mendatangkan lebih banyak wisatawan.


img_title


Dari Old Luxury ke Neo Luxury: Mengapa Sustainability Akan Menentukan Masa Depan Properti Bali?

Persoalan yang semakin penting justru bagaimana pertumbuhan tersebut tetap menjaga budaya, lingkungan, kualitas layanan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Arah tersebut kembali menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Bali Tourism Awards (BTA) 2026. Memasuki tahun ke-11, ajang tersebut mengangkat tema “Eleven Years of Excellence, Inspiring the Future” dan memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata Bali.


img_title


Jangan Asal Sambung! Ini Risiko Menggunakan Wi-Fi Hotel Saat Liburan yang Sering Diabaikan

Tahun ini, sebanyak 38 penghargaan diberikan kepada individu, pemimpin industri hospitality, hotel, resort, villa, perusahaan, hingga institusi. Penghargaan tersebut terbagi menjadi 13 kategori personal dan hospitality leaders, 14 kategori hotel, resort dan villa, serta 11 kategori company dan institution.

Namun, pesan yang muncul dari penyelenggaraan tahun ini tidak berhenti pada pemberian penghargaan. Masa depan pariwisata Bali justru diarahkan pada kualitas dan keberlanjutan.


img_title


2 Petenis Indonesia Melaju ke Babak Dua ITF World Tennis Tour M-15 Seri 5

Gubernur Bali, Dr. I Wayan Koster, M.M., menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya wisatawan yang datang.

“Pariwisata Bali ke depan harus terus bergerak menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Kemajuan industri pariwisata tidak hanya dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga budaya Bali, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memastikan Bali tetap menjadi destinasi dunia yang memiliki karakter dan nilai luhur,” ujar Dr. I Wayan Koster dalam keterangannya, dikutip Selasa 15 September 2026. 

Menurut Koster, penghargaan terhadap pelaku industri juga dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong peningkatan kualitas sektor pariwisata.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Bali Tourism Awards yang memberikan penghargaan kepada para pelaku dan pemimpin pariwisata yang telah berkontribusi dalam menjaga serta meningkatkan kualitas pariwisata Bali,” tuturnya.

Tantangan Bali Setelah Menjadi Destinasi Dunia

Sebagai destinasi yang sudah memiliki nama besar di dunia, Bali menghadapi tantangan untuk mempertahankan daya tariknya tanpa kehilangan karakter lokal.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, kategori penghargaan dalam BTA 2026 tidak hanya berkutat pada bisnis hospitality. Ada pula penghargaan yang mencakup religious tourism, cultural tourism, tourism business development, governance, sport tourism, tourism safety & security, women leadership, hospitality heritage, cultural heritage, community-based tourism, hingga sustainable tourism.

Halaman Selanjutnya





Source link