Nasional

AI Mulai Masuk Kelas, tapi Peran Guru Tak Tergeser

×

AI Mulai Masuk Kelas, tapi Peran Guru Tak Tergeser

Sebarkan artikel ini


Jumat, 25 September 2026 – 16:16 WIB

VIVA – Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini mulai menjadi bagian dari dunia pendidikan. Teknologi ini tidak hanya membantu pekerjaan administratif, tetapi juga membuka peluang bagi guru untuk menciptakan materi pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.


img_title


Mulai dari HP hingga Laptop, Ini Cara AI Diam-diam Membantu Aktivitas Harian Tanpa Banyak Disadari

Namun, pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap membutuhkan peran manusia sebagai pengarah utama. Guru tetap menjadi kunci dalam menentukan bagaimana teknologi digunakan agar proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) tidak kehilangan nilai kreativitas, komunikasi, dan pemahaman terhadap karakter peserta didik.

Hal itu menjadi salah satu fokus program Terpujilah Guru 2026 yang digagas Telkomsel untuk membantu para pendidik memahami dan memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, dalam KBM.


img_title


Kolaborasi RI-Korsel: Dorong Transformasi Koperasi dan UKM Lewat Teknologi AI dan Smart Factory

Sejak dimulai pada Mei 2026, Terpujilah Guru telah menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui kegiatan roadshow di berbagai daerah, seperti Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan, dan Batam, serta pembelajaran online.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 peserta mengikuti proses seleksi bertahap hingga terpilih 400 guru untuk mengikuti akademi online, 80 guru mendapatkan pendampingan, dan 12 finalis terbaik mengikuti pelatihan intensif secara langsung di Jakarta.


img_title


Kini Kamera Dashcam Sudah Disematkan Fitur AI Canggih

Dalam program ini, para guru tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan AI, tetapi juga dilatih untuk menerapkannya secara praktis dalam pembelajaran. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, penyusunan instruksi AI, desain visual, pembuatan video, metode pembelajaran kreatif, hingga pengujian konsep digital.

Setiap peserta juga diminta membuat karya akhir berupa materi dan rancangan pembelajaran yang dapat langsung diterapkan serta dikembangkan di sekolah masing-masing.

Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, mengatakan perkembangan AI perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), termasuk para guru yang memiliki peran penting dalam membangun kompetensi generasi masa depan.

“AI berkembang sangat cepat dan akan memasuki semua lini kehidupan, sehingga kita perlu bersama menguji dan mempelajari adopsi AI melalui program Terpujilah Guru,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nunuk Suryani, mengapresiasi inisiatif penguatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, di tengah berbagai tuntutan pekerjaan, para guru tetap memiliki semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. “Saya berharap para peserta terbaik Terpujilah GURU dapat berkontribusi dalam pengembangan program terkait coding dan AI di bidang pendidikan,” jelas dia.

Halaman Selanjutnya





Source link