Minggu, 4 Oktober 2026 – 14:43 WIB
VIVA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia kemungkinan akan meningkatkan serangan terhadap Ukraina menjelang pemilihan paruh waktu (midterm) Amerika Serikat (AS).
Zelenskyy mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin berupaya menunjukkan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi sanksi Barat maupun tekanan dari negara-negara Eropa.
“Putin akan meningkatkan eskalasi menjelang pemilu untuk menunjukkan bahwa dia begitu kuat dan tidak takut kepada Eropa, tidak merasakan sanksi, dan tentu saja dia menyampaikan pesannya ke seluruh Amerika Serikat,” kata Zelenskyy, dikutip Minggu (4/10/2026).
Zelenskyy mengatakan ia telah memperingatkan para negosiator AS bahwa Rusia akan meningkatkan serangan di sekitar waktu pemilu, terutama terhadap warga sipil.
“Mereka ingin warga Ukraina, terutama dari ibu kota, meninggalkan ibu kota,” katanya.
Presiden Ukraina itu turut menegaskan bahwa Kyiv tetap kuat meskipun menghadapi serangan.
Menurut Zelenskyy, Rusia melakukan serangan sepanjang waktu dengan mengerahkan ratusan drone setiap hari.
Zelenskyy menilai strategi Moskow ditujukan untuk mendorong Ukraina ke dalam kondisi “kekacauan”. Sementara itu, Kyiv terus berupaya mendapatkan pendanaan tambahan dan menyesuaikan pendekatannya terhadap perang yang telah berlangsung sejak Februari 2022.
Ia juga menuduh China dan India membantu Rusia menghindari sanksi serta memasok mesin.
Zelenskyy mengklaim Iran membantu Moskow dengan keahlian dan teknologi yang berkaitan dengan perang, khususnya dalam pengembangan drone. (Ant)
Rusia Tawarkan Bantuan ke Iran Buat Atasi Konflik dengan AS
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Moskow membantu Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel melalui upaya diplomatik
VIVA.co.id
4 Oktober 2026





