Selasa, 6 Oktober 2026 – 20:08 WIB
Jakarta, VIVA – Perkembangan aset digital membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai instrumen berbasis teknologi blockchain. Namun, kemudahan membeli atau menjual aset digital tidak berarti semua aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang sama.
Sebelum melakukan transaksi, pengguna perlu memahami fungsi aset, mekanisme perdagangan, dokumentasi, serta risiko yang melekat pada masing-masing produk. Hal ini penting karena risiko aset digital bukan hanya berasal dari perubahan harga, tetapi juga dapat berkaitan dengan teknologi, jaringan, platform perdagangan, keamanan akun, hingga kondisi pasar.
Financial Conduct Authority (FCA) Inggris, dikutip VIVA Selasa, (06/10/2026),mengingatkan bahwa harga aset kripto dapat mengalami perubahan yang signifikan dan investor harus memahami risiko sebelum mengambil keputusan. FCA juga menekankan bahwa konsumen dapat kehilangan seluruh dana yang ditempatkan pada aset kripto tertentu.
Setiap Aset Bisa Memiliki Risiko Berbeda
Karakteristik aset digital perlu menjadi perhatian pertama. Bitcoin, misalnya, memiliki mekanisme dan fungsi yang berbeda dengan token yang digunakan dalam jaringan tertentu maupun aset digital yang dirancang untuk mengikuti nilai aset lain.
Karena itu, pengguna tidak sebaiknya hanya melihat harga atau popularitas sebuah aset. Informasi mengenai tujuan aset, jaringan yang digunakan, mekanisme transaksi, likuiditas, serta kemungkinan perubahan nilainya perlu diperiksa terlebih dahulu.
Contoh penerapannya dapat dilihat pada layanan perdagangan aset digital seperti OSL. Dalam ketentuan layanan OTC, mereka menjelaskan bahwa aset kripto memiliki risiko perubahan nilai dan pengguna dapat mengalami kerugian apabila harga aset turun. Pengguna juga diminta memahami dokumen pemberitahuan dan pernyataan risiko sebelum menggunakan layanan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa memahami produk bukan sekadar mengetahui nama aset yang akan dibeli. Dokumentasi yang berkaitan dengan aset dan layanan juga menjadi bagian penting sebelum transaksi dilakukan.
Perhatikan Mekanisme dan Jaringan Aset
Risiko juga dapat muncul dari mekanisme jaringan blockchain yang digunakan suatu aset. Perubahan jaringan, upgrade, hard fork, atau penghentian sementara deposit dan penarikan dapat memengaruhi cara pengguna mengelola aset.
Mereka pernah mengumumkan dukungan terhadap sejumlah network upgrade dan hard fork. Dalam salah satu pengumuman terkait Cardano, layanan deposit dan penarikan untuk jaringan tersebut dihentikan sementara selama proses upgrade, sementara aktivitas perdagangan tetap berjalan.
Halaman Selanjutnya
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa pengguna perlu memahami perbedaan antara aktivitas perdagangan dengan layanan deposit dan withdrawal. Informasi teknis seperti ini dapat menjadi penting ketika seseorang memiliki aset yang berada pada jaringan tertentu.






